Jelang Ramadan, Masyarakat Diminta jadi Konsumen Cerdas Saat Berbelanja

by
DIPANTAU - Pemkot Pekalongan melalui Dindagkop dan UKM melakukan pemantuan terhadap makanan dan minuman di beberapa pusat perbelanjaan, kemarin.

KOTA – Menjelang Bulan Ramadan, masyarakat diminta menjadi konsumen cerdas dalam membeli makanan dan minuman dengan memperhatikan kadaluarsa serta kondisi kemasan produk. Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Sri Haryati SSos MM di ruang kerjanya, Selasa (6/4/2021).

“Mendekati pelaksaan Ramadan ini kami mengingatkan masyarakat Kota Pekalongan agar lebih dan semakin berhati-hati serta teliti saat membeli barang kebutuhannya agar tidak tertipu dengan harga murah tetapi kualitas tidak terjamin. Banyak masyarakat yang belum bertindak sebagai konsumen cerdas. Hal ini karena kurangnya pemahaman hak dan kewajiban dari konsumen atau pembeli tersebut,” pesannya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat melakukan pengawasan barang beredar jelang Ramadan, di pasaran masih sering ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa yang dipajang ditoko maupun swalayan. Tidak hanya masa kadaluarsa saja, masyarakat juga dimnta memperhatikan penggunaan bahan-bahan serta kondisi kemasan dalam mamin tersebut.

Haryati menyebutkan, berbagai temuan produk makanan tersebut antara lain penggunaan pewarna tekstil, pencampuran formalin pada makanan yang seharusnya bahan itu dilarang digunakan untuk bahan campuran makanan. Untuk memberikan keamanan kepada masyarakat sebagai konsumen, menjelang Ramadan, Tim Pengawasan Barang Beredar telah melakukan sidak ke sejumlah pasar, toko, swalayan,mall, hingga agen SPBU mengenai pengawasan barang beredar di pasaran mulai 5-12 April 2021 mendatang.

“Untuk masyarakat Kota Pekalongan,karena ini masih dalam masa pandemi, agar berbelanja sesuai dengan kebutuhan mereka. Kemudian, mereka harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat saat berbelanja. Dalam rangka menjadi konsumen yang cerdas, setiap membeli sesuatu wajib dilihat tanggal kadaluarsanya, karena masih banyak di beberapa toko dan swalayan selama kami mengadakan sidak pengawasan barang beredar, masih ditemukan barang dengan kemasan rusak, produk yang sudah kadaluarsa (expired) masih di display,” pungkasnya. (dur)