Tenang, Alokasi Harian Gas 3 Kg Ditambah 2,4%

by
NORMAL - Kondisi permintaan gas 3 kg menjelang Ramadan masih terpantau normal.

KOTA – Alokasi harian gas 3 kg di Kota Pekalongan tahun 2021, mengalami penambahan sebanyak 2,4% dari alokasi harian tahun 2020 lalu. Di tahun 2021 ini, Kota Pekalongan mendapatkan alokasi harian sebanyak 14.299 tabung atau bertambah 329 tabung dibandingkan alokasi harian tahun 2020 sebanyak 13.970 tabung. Penambahan alokasi harian itu, diyakini dapat mengantisipasi kemungkinan kenaikan permintaan gas 3 kg pada momen Ramadan dan Idulfitri

Kabag Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfianli Dahlan mengatakan, sampai saat ini PT Pertamina belum memastikan adanya penambahan khusus alokasi gas 3 kg menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Namun secara keseluruhan, sudah ada penambahan alokasi harian sebanyak 2,4%.

“Hasil koordinasi kami dengan PT Pertamina, mereka memberikan data bahwa untuk alokasi tambahan khusus Ramadan dan Idulfitri sampai saat ini belum keluar. Tapi melihat data dari Pertamina, ada penambahan alokasi harian dibandingkan tahun 2020 lalu. Harapan kami mudah-mudahan ini bisa mencukupi,” tuturnya, Selasa (6/4/2021).

Betty melanjutkan, melihat rata-rata harian kebutuhan gas 3 kg saat Ramadan dan Idulfitri, jumlah alokasi harian itu diyakini bisa mencukupi. “Saat Ramadan dan Idulfitri, tren kebutuhan harianya ada di angka 14.400. Sedangkan alokasi harian untuk Kota Pekalongan 14.299. Bedanya tidak jauh sehingga harapanya ini bisa mencukupi,” kata Betty.

Setiap tahun alokasi gas 3 kg memang selalu mengalami penambahan. Jumlahnya disesuaikan dengan usulan dan kondisi permintaan di lapangan. Betty mengatakan, tahun 2021 Pemkot Pekalongan mengusulkan penambahan alokasi harian sebanyak 10% dari alokasi harian tahun 2020 kepada Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

“Dari usulan penambahan 10% itu, realisasinya 2,4%. Mungkin juga dilihat dari kebutuhan nasional dan realisasi harian tahun sebelumnya sehingga diputuskan penambahan 2,4%. Untuk saat ini kondisi permintaan gas 3 kg di masyarakat masih normal,” tandasnya.(nul)