Giliran DB Ancam Pelajar

by
Setiawan Dwiantoro

**Saat Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka

KEDUNGWUNI – Pelajar yang mengikuti ujicoba pembelajaran tatap muka rawan terkena demam berdarah (DB) dan chikungunya. Pasalnya, sekolah hampir satu tahun tak terpakai, sehingga kebersihan lingkungannya kurang terjaga. Padahal, ujicoba PTM dilaksanakan di musim pancaroba yang rawan serangan penyakit demam berdarah dan chikungunya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, disela-sela pantauan ujicoba PTM di MAN Kedungwuni, Selasa (6/4/2021), mengatakan, setelah ada pemberitahuan ujicoba PTM di lima sekolah yang sudah ditetapkan oleh Pemprov Jateng, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi untuk melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dan chikungunya.

“Karena sudah satu tahun ruangan ini ndak pernah disentuh, maka kemungkinan adanya vektor nyamuk di sini. Kita tahu musim pancaroba ini pasti akan terjadi peningkatan vektor karena hujan-panas-hujan-panas akan terjadi pertumbuhan dari nyamuk itu,” ujar Wawan.

Dikatakan, upaya antisipasi yang dilakukan dengan cara melakukan upaya pembersihan di lima sekolah tersebut. “Upaya penyemprotan (fogging) kita lakukan sebagai upaya pencegahan. Jadi walaupun belum ada kasus tetap kita antisipasi. Karena setahun ndak dipakai, gedung ini pasti menjadi breeding nyamuk,” terang dia.

Disinggung kemungkinan pada tahun ajaran baru nanti diberlakukan PTM, apakah fogging akan dilakukan di semua sekolah, ia mengatakan tidak semua sekolah akan difogging. “Saya rasa tidak semuanya karena mulai sekarang sudah dipersiapkan jadi mereka sudah bersih-bersih, terutama membersihkan sarang nyamuk yang ada di lingkungan sekolah,” katanya.

Ia mengatakan, pada tahun ajaran baru kemungkinan sudah diberlakukan PTM. Oleh karena itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dindik untuk mempersiapkan itu semua. “Kalau ini (ujicoba PTM) kan mendadak kemarin sehingga harus kita antisipasi dengan cara itu (fogging),” ujar dia. (had)