Jaga Tradisi Ditengah Pandemi, Kirap Budaya HUT Batang Digelar Sederhana

by
Bupati Wihaji menyerahkan tombak Abirawa pada ketua panitia Kirap, Akhmad Taufik untuk selanjutnya dikirap keliling komplek pendopo Pemkab Batang.

BATANG – Meskipun ditengah Pandemi Covid-19, Pemkab Batang tetap berusaha menjaga tradisi budaya yang ada di daerahnya. Salah satunya yaitu kirap budaya yang diadakan setiap menyambut HUT Kabupaten Batang.

Pada HUT Batang ke 55 tahun ini, kirap budaya digelar secara sederhana, namun tanpa menghilangkan inti dari kegiatan tersebut.

Seperti nampak pada kegiatan yang diadakan Senin (05/04/2021), kirap budaya hanya diadakan diseputar komplek pendopo Kabupaten Batang saja. Hal itu dilakukan guna menghindari kerumunan warga yang ingin menyaksikan jalannya kirap.

Pada kirap tersebut, dua pusaka peninggalan leluhur pendiri Kabupaten Batang juga ikut dikirap. Kedua pusaka tersebut yaitu tombak Abirawa dan Payung Tunggul Pengayom diiringi 17 tombak lainnya.

Senjata-senjata pusaka tersebut dikirap mengelilingi komplek pendopo Pemkab Batang. Hal itu tentu saja berbeda dengan kondisi normal sebelum Pandemi, dimana kirap dilakukan dengan melewati wilayah Kota Batang.

Prosesi kirab dipimpin langsung Bupati Batang Wihaji dan dihadiri pula Wakil Bupati Suyono, Ketua DPRD Maulana Yusup, Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Senka, Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Letkol Arh Yan Eka Putra.

“Walupun pandemi Covid-19, tapi Ini tradisi dan budaya warisan leluhur yang harus diuri – uri. Karena itulah, kegiatan tahun ini digelar secara sederhana,” ujar Bupati Wihaji usai kegiatan.

Pada kesempatan itu, Bupati Wihaji juga meminta maaf pada warga Batang yang tidak bisa menyaksikan secara langsung jalanya kirap pusaka. Namun warga tetap bisa menyaksikan meskipun secara virtual melalui YouTube yang disiarkan secara langsung oleh Diskominfo setempat.

“Saya dan pak Wabup berharap dalam ulang tahun Batang ini bisa lebih baik dalam menjalankan amanah rakyat. Kami juga mengajak asyarakat untuk tidak takut Covid-19, tapi jangan sepelakan. Saya Insaallah kami tetap berikhtiar untuk menjalankan amanah rakyat dalam memajukan Kabupaten Batang,” jelas Bupati.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Akhamd Taufiq mengatakan, pusaka Tombak Abirawa merupakan senjata yang digunakan pejuang pada saat merebut kemerdekaan sehingga berdirinya Kabupaten Batang.

“Yang dikirabkaan pusaka yang harus diuri – uri dan dilestarikan sebagai simbol kehormatan bagi masyarakat Batang. Kegiatan ini bukan mengkultuskan benda, namun hanya bagian dari tradisi yang harus kita rawat dan jaga bersama,” tandas Akhmad Taufik. (don)