Pindang Tetel, Kuliner Khas Pekalongan Yang Nikmat

by
PINDANG TETEL - Salah satu kuliner khas Pekalongan yang tak kalah nikmat adalah pindang tetel.

KEDUNGWUNI – Kabupaten Pekalongan kaya akan kulinernya. Bukan hanya nasi megono dan soto tauto.
Selain dua kuliner itu, ada juga yang populer di Pekalongan. Makanan ini nikmatnya tak kalah dengan soto tauto dan nasi megono. Namanya pindang tetel. Meski namanya pindang tetel, olahan makanan ini bukan dari ikan pindang. Jangan mencari ikan pindang saat menyantap pindang tetel.

Sebab, anda tak akan pernah menemukannya. Karena tidak ada pindang di pindang tetel. Makanan ini mirip seperti rawon, berkuah. Warna kuahnya coklat kehitam-hitaman, berisi tetelan daging sapi, dan kerupuk usek.

Pindang tetel menjadi makanan favorit di Pekalongan. Salah satu warung pindang tetel legendaris ada di Kawasan Kuliner Bebekan atau Lapangan Gemek, Kecamatan Kedungwuni. Warung itu milik Casroni. Namun kini diurus istri dan anak-anaknya.

“Dari cerita simbah-simbah dan orangtua saya, pindang tetel ini berasal Desa Ambokembang, Kedungwuni. Terus kata tetel kan dari daging sapi tetelan itu,” kata Nur Rochim (33), anak dari pemilik pindang tetel Casroni, baru-baru ini.
Menurut Nur, orangtuanya sudah berjualan pindang tetel ini hampir 30 tahun.

“Awalnya orangtua saya jualnya keliling, terus stay di perempatan dekat SMAN 1 Kedungwuni. Setelah itu pindah di trotoar hingga sekarang,” ujarnya.

Nur mengungkapkan, ciri khas pindang tetel terletak dari penyajiannya. Sama seperti rawon, warna coklat kehitam-hitaman kuah pindang tetel berasal dari keluak atau keluwek. Berpadu dengan irisan daun bawang dan puluhan jenis rempah. Selain tetelan daging sapi, pindang tetel juga berisi kerupuk pasir atau yang sering disebut orang Pekalongan yaitu kerupuk usek.