PR Besar Menghadang Bupati dan Wabup Terpilih

by
BERI SAMBUTAN - Dalam Musrenbang tingkat kabupaten, Bupati terpilih Fadia Arafiq diberi kesempatan memberikan sambutan secara virtual.

KAJEN – Pasangan Bupati Pekalongan terpilih Fadia Arafiq-Riswadi akan menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Pasalnya, pemenang Pilkada 2020 di Kota Santri ini menghadapi persoalan akibat adanya pandemi Covid-19.
“Kami menyadari masih banyak permasalahan pembangunan yang harus kita hadapi terlebih di era pandemi saat ini,” ujar Bupati terpilih Fadia Arafiq saat memberikan sambutan secara virtual di Musrenbang tingkat kabupaten, Selasa (30/3/2021).

Permasalahan di era pandemi itu di antaranya, sebut Fadia, meningkatnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran, menurunnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menurunnya pertumbuhan ekonomi, dan belum selesainya persoalan banjir dan rob. “Ini adalah PR penting yang harus kita selesaikan secara tuntas,” tandas Fadia.

Untuk itu dalam mengatasi persoalan tersebut sekaligus sebagai upaya mewujudkan visi dan misi pemerintahannya, ia akan memfokuskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Berbagai program unggulan yang akan kami wujudkan di tahun pertama kami antara lain program pendidikan gratis bagi sekolah negeri, layanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP Kabupaten Pekalongan di rumah sakit, jaminan penunggu pasien di rumah sakit negeri, pembangunan beberapa fasilitas publik hingga penanganan secara serius dan tuntas banjir dan rob di wilayah Kecamatan Wonokerto, Tirto, Wiradesa dan Siwalan,” ungkap dia.

Dari sisi anggaran, ia menyadari keterbatasan fiskal APBD Kabupaten Pekalongan selama 2 tahun terakhir. Untuk itu, kata dia, sinergitas pembiayaan melalui APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten adalah suatu yang mutlak harus dilakukan.