Balada Ibu Diusir Anak Kandung, Tak Diakui Keluarga Hingga Mau Bunuh Diri

oleh -
I Ketut Reni, ibu diusir anak kandung di Cikarang Bekasi. Foto Agung Bayu/Bali Express

Kisah ibu diusir anak kandung ternyata tidak hanya ada di sinetron.

Kejadian itu dialami oleh I Ketut Reni. Nenek asal Banjar Dinas Geluntung Kaja, Desa Geluntung, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.

Nenek berusia 76 tahun ini diusir anak kandungnya yang menikah di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ditemui di Pelayanan Rumah Singgah Lansia, Jalan Cok Agung Trensa, Renon Denpasar, Reni menceritakan bahwa dia pernah transmigrasi ke Lampung.

Setelah suaminya meninggal, Reni terpaksa kembali ke kampung halamannya di Tabanan Bali.

“Saya transmigrasi ke Lampung sudah 35 tahun. Kalau suami tidak meninggal saya tidak pulang ke Bali,” tutur Reni, Selasa (30/3/2021).

Nenek Reni menceritakan bahwa dia memiliki tiga orang anak.

Anak pertama menikah di Cikarang, anak kedua menikah di Lampung dan anak ketiga sudah meninggal dunia.

Ia menyebutkan anak pertamanya mualaf. Ia telah menikah dan tinggal di Cikarang Bekasi. Suaminya sangat baik dan lebih perhatian kepadanya.

“Anak yang pertama ini membuat saya sakit hati. Padahal menantu saya bilang hidup mati agar tetap di sana. Tapi ketika menantu saya tidak ada, justru anak saya yang banyak tingkah,” ucapnya, dilansir Bali Ekspres.

Reni menyebutkan menantunya bekerja. Ia berangkat kerja jam 5 pagi dan pulang jam 8 malam, bahkan terkadang lembur.

Saat menantunya pergi bekerja, anak Reni kerap bertingkah dan memarahinya. Hal itu membuat Reni tidak nyaman.

Merasa sakit hati, Reni memutuskan untuk pergi dari Cikarang. Ia ingin kembali ke Lampung, tempatnya transmigrasi dulu.

Mau Bunuh Diri

Reni menumpang bus dari Cikarang. Ia turun dari bus di Banten.

Reni sempat kesasar di stasiun kereta api di wilayah Banten. Ia berjalan kaki menyusuri rel kereta api.

Akhirnya Reni sampai di sebuah gubuk di wilayah Kota Cilegon, Kabupaten Banten.

Saat itu Reni sempat mencoba bunuh diri dengan melompat ke kereta yang melintas, namun warga setempat mencegahnya.

Ditanya kenapa sampai mau bunuh diri, Reni mengaku depresi lantaran diusir anak kandung di Cikarang.

Ia hendak pulang ke Tabanan Bali, tapi Reni mengaku sudah tidak diterima oleh keluarganya di Bali.

Karena itu, dia memutuskan berangkat ke Lampung tanpa tujuan. Namun, dia justru kesasar di wilayah Banten.

“Kalau pulang ke Bali tidak diterima oleh keluarga. Keponakan dari suami saya bilang, dibilang banjar tidak menerima saya,” jelasnya.

Saat luntang lantung di Banten, Reni ditolong oleh Gusti Mustika, warga Cilegon, Banten.

Reni tinggal selama sebulan di rumah Gusti Mustika.

Selanjutnya, Reni diantar oleh Gusti Mustika kembali ke Tabanan Bali.

Sesampainya di Bali, Reni tak diakui oleh keluarganya sendiri.

Ibu diusir anak kandung ini akhirnya dititipkan di Rumah Singgah Lansia, Jalan Cok Agung Trensa, Renon Denpasar. (bx/ade/rin/pojoksatu)