Penetapan Lokasi Pembangunan Islamic Center Batang Berdasarkan Kesepakatan Pemkab, MUI dan Ormas Islam

by
MEGAH - Inilah desain gedung Islamic Center yang akan dibangun di eks pangkalan truk Petamanan, Banyuputih.

BATANG – Keputusan penetapan lokasi pembangunan Islamic Center Batang di eks pangkalan truk Banyuputih, merupakan kesepakatan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang ada di Kabupaten Batang.

“Penetapan lokasi pembangunan Islamic Canter sendiri, merupakan hasil kesepakatan bersama, dan Pemkab Batang tahun ini akan mulai melakukan pembangunan,” ungkap Bupati Batang, Wihaji, kemarin.

Bupati menjelaskan, dalam penentuan lokasi pembangunan sendiri, pemkab membuat tim dengan melibatkan Ormas Islam dan MUI. Selanjutnya dilakukan survai bersama ke sejumlah lokasi yang menjadi alternatif lokasi pembangunan Islamic Center.

“Pada awalnya dari Pemkab Batang mempersiapkan tiga alternatif yang menjadi lokasi Islamic Center. Kitiga lokasi tersebut, semunya tanah milik Pemkab, yakni di Kelurahan Kauman tepatnya di Jalan Tentara Pelajar Kecamatan Batang, di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar yang tanahnya dikelola Perusda dan di eks-pangakalan truk Desa/Kecamatan Banyuputih,” jelas Bupati Wihaji.

Setelah melalukan survei, lanjut Wihaji, tim menentukan lokasi berdasarkan musyawarah yang menyepakati lokasi pembangunan berada di eks-pangkalan truk Banyuputih. “Setelah memperhatikan sejumlab masukan dan juga hal-hal terkait lainnya, termasuk masukan dari MUI serta Ormas Islam, akhirnya Pemkab Batang menyetujui Islamic Center dibangun di eks pangkalan truk Banyuputih,” jelasnya.

Terpisah, Sekertaris Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Indonesia Kabupaten Batang, Farid Asror mengatakan, awalnya Pemkab menawarkan 3 lokasi Pembangunan Islamic Center, pertama di Kauman Batang, Tumbrep Bandar dan Banyuptih. Sesuai kesepakatan para ulama memutuskan di eks-pangkalan truk Banyuputih.

“Kesepakatan lokasi pembangunan Islamic Center sendiri didasarkan pada letak geografis, yaitu wilayah Desa Banyuputih berada di tengah di wilayah Kabupaten Batang. Selain itu, luasnya juga memenuhi syarat, yakni hampir 2 hektare dan berada di pinggir Jalan Pantura,” beber Farid Asror.

Disisi lain, parkiran truk di pangkalan Banyuputih tidak seramai zaman dulu, sehingga keputusan itu tepat karena aksesnya dekat exit tol Kandeman dan Weleri.

‚ÄúTerus terang saja kita harus lebih baik dengan masa-masa yang lalu, karena pemanfaatan kawasan sekitar pangkalan truk Banyuputih terjadi penyimpangan. Dulu Bupati Batang Joko mengizinkan warga untuk berjualan makanan dan minuman, namun kini tinggal berapa biji, malah sekarang marak jualan yang melanggar syariat Islam dan Perda,” tandas Farid Ansor. (don)