Stadion Utama Kendal Dibuka

by
TINJAU - Didampingi Plt Kepala Disporapar Wahyu Yusuf Akhmadi, Bupati Dico M Ganindito melihat Fasum Stadion Utama Kendal. Bupati melihat berbagai fasilitas yang ada di stadiun utama tersebut.

*Jika Tak Patuhi Prokes Akan Ditutup

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal memberikan lampu hijau kepada masyarakat untuk bisa menggunakan fasilitas umum (Fasum) Stadion Utama Kendal yang berada di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal, untuk melakukan kegiatan berolahraga. Karena sejak darurat virus Corona Maret, 2020 lalu, tiga Fasum salah satunya adalah stadion utama ditutup untuk umum. Kini Fasum tersebut sudah kembali dibuka akan tetapi dengan memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung dan wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Sudah dibuka untuk umum. Silahkan masyarakat bisa gunakan lingkungan sekeliling stadion utama ini untuk beraktivitas olahraga dan menjaga imunitas. Sementara baru dibuka Jumat dan Sabtu, pagi hingga sore. Pengunjung dibatasi dan harus patuhi protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak,” kata Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, saat meninjau Fasum Stadion Utama Kendal, Senin (15/3/2021). Didampingi Plt Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi, usai dari stadion utama, Bupati juga mengunjungi fasilitas umum lainya, yakni GOR Sasana Krida Bahurekso Kendal.

Dico mengungkapkan, tidak hanya dibuka dua hari, Pemkab juga berencana akan menambahkan hari lagi fasilitas umum tersebut agar dibuka untuk umum. Namun hal itu masih akan dilakukan kajian kembali. Bahkan nantinya tak hanya untuk berkegiatan berolahraga masyarakat saja, pihaknya juga mewacanakan agar stadion utama bisa kembali digunakan untuk berjualan bagi para pedagang sehingga membangkitkan kembali perekonomiannya yang selama ini teredampak dengan adanya pandemi Covid-19.

“Tak hanya Jumat dan Sabtu. Rencananya juga akan kita ditambah Minggu bisa dibuka untuk umum. Masyarakat yang berloahraga masih kita batasi. Mereka harus terapkan Prokes. Jangan sampai kita buka malah timbulkan klaster baru Covid-19 di stadion utama ini. Kalau bandel tak terapkan prokes, terpaksa kita tutup lagi fasum ini. Untuk pedagang juga kita pikirkan agar bisa lagi berjualan. Teknisnya seperti apa kita kaji dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disporapar Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, bahwa dimasa pandemi ada dinamika terkait dengan kebijakan, baik pemerintah pusat dan daerah. Namun semua kebijakan itu sama dalam koridor untuk pengendalian dan penanganan Covid-19. Saat ini, diperbolehkan dengan batasan-batasan tertentu, salah satuanya kebijakan Pemkab Kendal untuk membuka fasilitas umum Stadion Kendal untuk umum. Akan tetapi, teknis pelaksanaanya tetap memberlakukan protokol kesehatan dan memberikan pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Baru Jumat dan Sabtu dibuka. Masyarakat wajib terapkan protokol kesehatan, jumlah pengunjung kita batasi. Yakni Jumat 30 persen pengunjung dan Sabtunya 50 persen pengunjung. Kalau memang ada rekomendasi dari Dinkes dengan melihat kedaruratan kita kurangi, tapi maksimal 50 persen sebagaimana Inmendagri yang ada. Sementara untuk masyarakat yang berolahraga dulu, Untuk pedagang butuh kajian yang matang. Tadi pak Bupati juga sepakat. Kalau memang iya, prinsip harus tertata dengan baik, kalau pedagang boleh masuk,” katanya. (lid)