Maaf, Siswa Sekolah Belum Bisa Divaksin

by
TATAP MUKA - Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di tengah paandemi Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menaggapi keinginan wali murid itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Muchlasin mengatakan, bahwa pihaknya belum menerima aturan terkait diperbolehkannya murid sekolah berusia 18 tahun ke bawah mendapat vaksinasi.

“Sampai sekarang untuk pemberian vaksinasi pada murid sekolah, kami belum menerima juknisnya. Karena dalam aturan yang kami terima, masyarakat yang diperbolehkan menerima vaksin baru umur 18 tahun ke atas. Sehingga, kami masih menunggu kebijakan itu dari pemerintah pusat, boleh atau tidaknya,” ungkapnya.

Diketahui, organisasi kesehatan dunia atau WHO menyatakan akan memberi lampu hijau jika vaksin Covid-19 untuk usia 18 tahun ke bawah setelah selesai menjalani serangkaian uji klinik.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Dokter Jose Romero dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi CDC menyatakan, uji coba vaksin untuk anak akan berlangsung pada kuartal kedua 2021.

Bila vaksin terbukti aman dan efektif, maka anak berumur 18 tahun ke bawah bisa menerima suntikan vaksin pada pertengahan hingga akhir 2021.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Batang telah mengambil kebijakan untuk menggelar pembelajaran tatap muka mulai Selasa (9/3/2021) bagi SD dan SMP. Sedang untuk TK, PAUD formal dan informal mulai 15 Maret 2021.