Lelah jadi Anak Punk, Didik dan Rifky Kini Fokus Tekuni Usaha

by
BERBINCANG - Bupati Wihaji selaku host saat berbincang dengan dua mantan anak punk di program podcast "Curhat Wihaji", Jumat kemarin.

“Alhamdulillah, dua mantan anak punk ini memberi pelajaran positif bagi kita. Mereka sudah kapok jadi anak punk dan ingin menata hidup agar lebih baik.

Seperti Mas Didik, yang sekarang merintis usaha sebagai penjual kopi di samping alun-alun dan Rifky yang bekerja di bidang bangunan,” kata Wihaji usai membawakan program podcast “Curhat Wihaji” di Kantor Diskominfo.

Menurut Wihaji, dengan berhenti jadi anak punk, bisa jadi keduanya akan mendapatkan dan memberikan manfaat yang lebih banyak. “Ini pelajaran penting, bahwa dengan kemauan keras, siapapun bisa berubah menjadi lebih baik. Kalau ada komunitas punk yang mau mengekspresikan aktivitas berkesenian misalnya, maka sejauh itu positif, kita akan beri ruang berkreasi. Mari kita obrolkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Batang pun memberikan bantuan tambahan modal bagi keduanya sebesar masing-masing Rp 1 juta. “Masa depan mereka siapa yang tahu? Tetapi kalau mereka bertekad dan melakukan hal baik, insya Allah anak-anak ini masih memiliki harapan di masa depannya,” kata Wihaji.

Menanggapi hal itu, Didik pun mengapresiasi sekaligus mendukung rencana Bupati Wihaji yang siap memberikan ruang berkesenian bagi anak punk. “Alhamdulillah, saya senang sekali kalau teman-teman punk ini diberi ruang untuk menyalurkan passion berkeseniannya,” tuturnya. (nov/sef)