Miris, Angka Pernikahan Anak Masih Tinggi

by

*Sampai Awal Maret, Sudah 81 Pasangan Menikah
*Mayoritas Karena Kehamilan di Luar Nikah

BATANG – Ini jadi peringatan untuk para orang tua di Kabupaten Batang. Kasus pernikahan anak (di bawah umur -red) tercatat cukup tinggi, di mana sampai awal Maret 2021 ini, sudah 81 pasangan anak yang menikah. Fenomena ini berpotensi merenggut hak-hak anak.

Data itu dilansir Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang. Jika dirata-rata, maka setiap hari ada pernikahan anak.

“Dari semuanya itu, hanya ada satu yang murni mengajukan pernikahan tanpa ada masalah,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DP3AP2KB Batang, Esti Herlina di kantornya, Kamis (4/3/2021).

Ia mengaku prihatin dengan tingginya pernikahan bawah umur di Kabupaten Batang. Hal yang membuatnya miris adalah, rata-rata pengajuan dispensasi nikah dilatar belakangi oleh masalah, semisal sudah berhubungan layaknya suami istri di luar nikah.

“Umur termuda perkawinan anak di Batang adalah 14 tahun. Kebanyakan yang di bawah umur perempuannya, kalau pasangan laki-lakinya kebanyakan sudah usia dewasa,” jelasnya.