2020, Pendapatan Sektor Wisata Tak Sesuai Target Rp1,8 M

by

KENDAL – Pendapatan sektor pariwisata tahun 2020 menurun dan tidak memenuhi target. Dari target Rp 1,8 miliar hanya mendapatkan Rp 600 juta. Dengan begitu prosentase ketercapainya hanya 34 persen saja. Sehingga mengalami penurunan sebanyak 66 persen. Penurunan itu terjadi karena hampir sebagian besar obyek wisata milik pemerintah tidak beroperasi. Sehingga target Pendapatan Asli daerah (PAD) Kendal dari sektor tersebut tidak memenuhi target.

“Karena pandemi Covid-19. Tempat wisata tidak boleh beroperasi,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Kardiyantomo, Kamis (4/3/2021).

Kardiyantomo mengungkapkan, bahwa obyek wisata baru beroperasi kisaran pertengahan 2020. Yakni pada bulan Juli. Itupun, dinilainya tidak terlalu efektif. Pasalnya pengunjung menurun drastis karena ada pembatasan jumlah pengunjung 50 persen dari kuota pariwisata.

“Pandemi membuat minat masyarakat untuk berwisata menurun. Rata-rata takut untuk keluar rumah atau berkerumun pada satu tempat. Meski ada pembatasan maksimal 50 persen, tapi pengunjung yang masuk kurang dari prosentase pembatasan,” ungkapnya.

Penurunan pengunjung obyek wisata mencapai 70-80 persen. Hal itulah yang menyebabkan penurunan omset obyek wisata di Kendal. Penurunan ini tidak hanya terjadi di objek wisata milik Pemda Kendal saja, tapi wisata yang dikelola swasta juga menurun. Obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah yakni, Pantai Sendang Sikucing, Curug Sewu, Kolam Renang Boja dan Goa Kiskendo.