Wali Kota Inginkan Penyelesaian Banjir Dengan Blueprint

by
BLUSUKAN - Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid SE saat blusukan ke masyarakat terdampak banjir, kemarin.

KOTA – Dalam menangani masalah banjir di Kota Pekalongan, Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid SE menginginkan dilakukan secara serius, yakni dilakukan perencanaan matang dan terperinci melalui penyiapan blueprint. Demikian ia sampaikan kepada awak media, kemarin.

“Gak bisa dilakukan secara sporadis. Melainkan harus ada blueprint atau terkonsep. Makanya diperlukan perencanaan matang dan terperinci,” ucapnya.

Aaf-sapaan akrabnya menegaskan, dalam penanganan banjir harus terukur tidak boleh dilakukan secara sporadis, hanya tambal sulam. Jika sudah dibuat blueprint maka pemerintah bisa melakukan perbaikan titik-titik saluran air yang selama ini bermasalah. Perbaikan bisa dilakukan dari awal dan terukur sehingga tidak lagi menyebabkan masalah.

“Kami meminta kepada OPD terkait bahwasannya blueprint drainase di Kota Pekalongan harus ada dan segera diselesaikan. Perencanaan pembangunan harus memanggil konsultan supaya program pembangunan maupun penanganan banjir ini tepat sasaran, jangan hanya dibangun di wilayah kelurahan A sudah diatasi namun berdampak di kelurahan B, jadi perlu kedua hal tersebut baik blueprint maupun tenaga konsultan berkompeten,” tegas Aaf,sapaan akrabnya.

Menurutnya, pengerjaan dalam mengatasi permasalahan banjir ini tidak boleh setengah-setengah, mengingat program pembangunan ini bersifat multiyears dan berkelanjutan, meski di tengah penyesuaian anggaran daerah yang terbatas, namun program pembangunan dan penanganan banjir yang dilaksanakan berjenjang tersebut harus segera dilakukan.
Lanjutnya, ada 3 faktor pendukung dalam penanganan banjir yakni pembenahan sistem drainase yang ditangani secara baik, normalisasi sungai dan pembangunan tanggul-tanggul dan sumur pompa yang perlu dilakukan secara sinergis dari pemerintah daerah hingga level pusat.