Pengedar Tembakau Gorila Dibekuk Saat Ambil Paket Kiriman

by
Kepala BNNP Jateng didampingi Forkopimda Batang menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka.

BATANG – Peredaran narkotika jenis tembaka gorila dengan modus pengiriman melalui jasa pengiriman bersama barang-barang biasa, berhasil diungkap oleh Tim Gabungan dari BNNP Jawa Tengah, BNNK Batang serta Bea dan Cukai.

Pelakunya adalah AAK (24) warga Desa Klidang Lor, Kecamatan/Kabupaten Batang. Dia ditangkap saat mengambil kiriman tembakau gorila di kantor salah satu jasa pengiriman barang.

“Tim gabungan berhasil membongkar peredaran narkotika jenis tembakau gorila yang di Kabupaten Batang. Selama ini palaku telah beberapa kali mengedarkan narkotika ke sejumlah remaja di Batang,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan pada awak media saat Pres Rilis di kantor BNNK Batang, Selasa (02/03/2021).

Benny Gunawan mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka sendiri bermula dari adanya informasi dari Kanwil Bea dan Cukai Jateng dan DIY pada BNNP Jawa Tengah, Selasa (23/2) lalu. Diinformasikan bahwa akan ada paket diduga narkotika jenis Tembakau Gorila yang akan dikirim ke wilayah Kabupaten Batang.

“Selanjutnya dibentuklah Tim Gabungan yang terdiri dari BNNP Jawa Tengah, BNNK Batang dan Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY, dan dimulai penyelidikan di wilayah Kabupaten Batang,” kata Benny Gunawan didampingi Bupati Batang dan jajaran Forkopimda serta Kepala BNNK Batang dan juga Kepala Bea dan Cukai Jateng & DIY.

Selanjutnya pada Rabu (24/02/2021), sekira pukul 13.00 Wib, di sebuah kantor perusahaan jasa pengiriman yang beralamat di Jalan Dr. Wahidin No. 54B Batang, terlihat seseorang yang dicurigai datang mengambil paket.

Selanjutnya, orang yang kemudian diketahui berinisial AAK (24), karyawan swasta pada perusahaan pengolahan perikanan, yang berdomisili di Desa Klidang Lor Kecamatan Batang tersebut diamankan oleh Tim Gabungan.

“Setelah dilakukan penggeledahan, dari AAK diamankan 2 buah paket yang setelah dibuka berisi narkotika jenis Tembakau Gorila. Selanjutnya dilakukan pengembangan dengan menginterogasi tersangka, dan kemudian diketahui ada lagi 2 buah paket Tembakau Gorila yang masih dalam perjalanan dan kemudian dilakukan penyitaan dari AAK pada hari Kamis (25/2),” jelas Benny Gunawan.

Dari 4 buah paket tersebut, lanjut Benny, ternyata berisi narkotika jenis Tembakau Gorila seberat 58,86 Gram (bruto). “AAK sendiri ternyata merupakan pengedar narkotika jenis Tembakau Gorila yang beroperasi di wilayah Batang. Tembakau Gorila tersebut dijual eceran dengan harga terjangkau, yaitu antara Rp 50 ribu sampai Rp100 ribu kepada para anak-anak dan remaja usia 17-21 tahun di lingkungannya,” bebernya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui jika AAK sudah setahun beroperasi menjalani profesinya tersebut. Untuk mengelabuhi petugas, paket-paket narkoba tersebut disamarkan dan dicampur dengan pakaian dan sepatu bekas.

“Setelah dilakukan uji laboratrorium, tembakau Gorila tersebut merupakan Narkotika Golongan I jenis MDMB-4en PINACA yang mempunyai efek 4 kali lebih berat dibanding ganja,” tegas Benny Gunawan.

Akibat perbuatanya itu, AAK dikenakan Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 (Primer), 112 (Subsider) Junto Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Penggolongan Narkotika.

“Pengungkapan kasus di atas merupakan Sinergitas dan kerjasama antara BNNP Jateng, BNNK Batang dan Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tim Interdiksi Terpadu Provinsi Jateng dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” tandas Brigjend Pol Benny Gunawan. (don)