Butuh 50 Tahun untuk Perbaiki Seluruh Rumah Tidak Layak Huni di Batang

by
Bupati Batang saat memberi sambutan pada pembukaan TMMD di Balai Desa Tembok.

BATANG – Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Batang hingga saat ini mencapai 51 ribu unit. Untuk mengentaskannya, pemkab setempat melakukannya secara bertahap setiap tahunya.

“Berdasarkan data yang ada, RTLH di Batang ini ada 51 ribu, dan setiap tahunya pemkab hanya mampu memperbaikinya rata-rata seribu unit saja,” ungkap Bupati Batang, Wihaji saat memberi sambutan pada pembukaan TMMD di Balai Desa Tembok, Kecamatan Limpung, Selasa (02/02/2021).

Bupati Wihaji menjelaskan, akibat keterbatasan yang ada, Pemkab Batang hanya mampu memperbaiki seribu unit. Sehingga jika dikalkulasi dengan jumlah yang ada, maka dibutuhkan sekitar 50 tahun untuk memperbaiki semuanya.

“Kita inginya setiap tahun jumlah RTLH yang diperbaiki bisa meningkat. Namun akibat keterbatasan anggaran, apalagi pada masa pandemi ini, anggaran yang ada tentunya sangatlah terbatas. Karena itulah, kami sangat berterimakasih pada pihak-pihak yang ikut berpartisipasi dalam membantu perbaikan RTLH di Batang,” jelas Bupati pada acara yang dihadiri Ketua DPRD, Dandim, Kapolres Batang itu.

Untuk tahun 2021 ini, Pemkab Batang akan melakukan bedah rumah atau perbaikan pada 852 unit RTLH yang tersebar di 15 kecamatan dengan menggunakan empat sumber pendanaan. Yaitu APBD Batang, Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov) Jateng, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Corporate Social Re-sponsibility (CSR).

Untuk APBD dialokasikan sebesar Rp 5,4 miliar, dengan sasaran 432 unit rumah. Di mana setiap rumah mendapat alokasi Rp12,5 juta. Untuk Banprov mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3,48 miliar, yang diperuntukkan bagi 290 unit rumah. Adapun setiap rumah mendapat alokasi perbaikan Rp 12 juta.

Sedangkan untuk DAK dari pusat, tahun ini mendapat anggaran Rp2,3 miliar, untuk merenovasi 115 unit rumah, yang setiapbrumahnya mendapat Rp 20 juta. Untuk CSR sendiri ada dari PMI, dengan total Rp 10 juta yang diperuntukkan bagi 15 unit rumah.

Sementara itu terkait dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang diadakan di Desa Tembok, pihaknya sangat berterimakasih pada pihak TNI. Pasalnya, kegiatan tersebut bisa mempercepat pembangunan di pedesaan.

“Dengan adanya TMMD ini, maka desa yang mungkin belum mendapat bantuan dari pusat, provinsi ataupun kabupaten bisa terbantu. Termasuk dengan adanya perbaikan maupun pembangunan sarana dan prasarana penunjang aktifitas masyarakat yang menjadi sasaran fisik dari kegiatan TMMD,” tandas Wihaji. (don)