Vaksin Tahap Dua, Disdikbud Dapat Jatah 24 Orang

by
VAKSIN - Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Achmadi saat vaksinasi tahap kedua di Pendopo Pemkab Kendal.

KENDAL – Sekitar 11 ribu guru dari jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP negeri dan swasta di Kendal terpaksa harus ditunda pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada tahap kedua. Vaksinasi tahap kedua yang diperuntukan bagi pelayan publik yang dimulai, Selasa (23/2/2021)untuk pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sementara hanya yang mendapat jatah untuk 24 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan guru untuk melakukan vaksinasi tahap kedua sebanyak 11 ribu orang atau sesuai nama yang tercantum dalam Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Namun karena jumlah vaksin sangat terbatas, sehingga pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik terpaksa ditunda.

“Sesuai permintaan Dinas Kesehatan Kendal, kami telah mengirimkan data guru, sesuai data di Dapodik, namun ternyata kami mendapat informasi yang bisa melakukan vaksinasi pada tahap kedua ini hanya sedikit, karena jumlah vaksin pada vaksinasi tahap kedua ini jumlahnya, terbatas,” katanya usai mengikui vaksinasi di Pendopo, Pemkab Kendal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Ferinando Bonay mengatakan, pada vaksinasi tahap kedua ini, pihaknya hanya mendapat vaksin sebanyak 10 ribu botol yang hanya cukup untuk memberikan vaksin kepada 4.000 orang. Padahal jumlah petugas pelayan publik yang terdata sebanyak 37 ribu orang, sehingga masih banyak yang ditunda.

“Untuk tenaga pendidik atau guru, termasuk yang ditunda, karena saat ini pembelajaran di sekolah belum secara tatap muka atau masih dengan sistem daring,” jelasnya.

Tidak hanya para guru, yang pelaksanaan vaksinasinya ditunda juga banyak dari pelaku pariwisata, dan para pedagang di pasar-pasar tradisional. (lid)