Hampir Setahun Menunggu Operasi, Santoso Hanya Tergolek Ditempat Tidur

by
Bupati Batang, Wihaji mengunjungi Santoso yang mengalami tumor di perut dan kini menunggu giliran untuk dioperasi.

BATANG – Sudah hampir satu tahun ini, Santoso (44) hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur saja. Perut warga Desa Getas, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang ini terus membesar akibat menderita tumor di bagian perut.

Pihak desa dan juga puskesmas sebenarnya tidak tinggal diam. Upaya penanganan medis sudah dilakukan, dengan membawanya ke RSUP Kariadi Semarang. Namun, untuk menjalani pembedahan, Santoso harus menunggu giliran dengan pasien lainnya.

“Sudah hampir satu tahun ini Santoso menunggu giliran untuk bedah tumor khusus. Pada saat mendaftar dulu, dia mendapat nomor urut 400, dan saat ini ketika di cek lagi, ternyata baru nomor 159. Karena itulah, dia butuh bantuan untuk percepatan tindakan medis,” ungkap Bupati Batang, Wihaji saat tilik warga di Desa Getas, Selasa (23/02/2021).

Bupati Wihaji menjelaskan, kondisi perut Santoso saat ini seperti orang hamil sembilan bulan. Akibatnya dia hanya bisa berbaring lemas di tempat tidurnya dan tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya.

“Melihat kondisi Santoso saat ini, saya akan secepatnya melakukan koordinasi untuk upaya percepatan penanganan medis. Dan sambil menunggu, piihak Puskesmas sudah saya instruksikan untuk terus memantau kondisi kesehatan Santoso,” jelas Wihaji.

Pada kunjungan tersebut, Bupati juga memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan bisa sedikit meringankan beban keluarga yang sedang mengalami kesusahan.

Sementara itu, istri Santoso, Ribut Widyaningsih (43) sangat berharap agar suaminya bisa segera dioperasi. Sambil meneteskan air mata, dia menjelaskan kondisi suaminya.

Menurutnya suaminya itu dulu bekerja sebagai tukang batu. Namun sudah satu tahun ia tidak bisa bekerja, akibat sakit, sehingga tidak bisa memberi pemasukan untuk keluarga. Beruntung, biaya pengobatan telah ditanggung BPJS Kesehatan.

“Saya minta tolong pada pak Bupati agar bisa dibantu, supaya suami saya bisa segera dioperasi agar bisa segera sembuh dari penyakitnya,” tandasnya sambil berurai air mata. (don)