Pengungsian Aula Kecamatan Pekalongan Barat Disekat

by
DISEKAT - Menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi korban banjir di Kota Pekalongan belum lama ini, Pemkot Pekalongan merespon cepat dengan melakukan penyekatan lokasi pengungsian di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

“Pandemi Covid-19 ini belum berakhir, penyekatan ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di lokasi pengungsian. Kendati demikian, yang menjadi perhatian utama adalah masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk menekan penularan dan penyebaran angka kasus Covid-19 di Kota Pekalongan,” tegasnya.

Upaya penyekatan ruang untuk pengungsi ini disambut baik oleh salah satu pengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat bernama Diyah Kurniaji, warga Tirto RT 6 yang sudah mengungsi di lokasi tersebut selama 16 hari. Disampaikannya, melalui penyekatan ini, sistem ruang yang disekat akan membatasi interaksi dan menjaga jarak aman di lokasi tersebut.

“Malah bagus ya, jadi sistem ruangnya tidak terbuka dan ada jaraknya antar pengungsi,makin nyaman, keluarga juga terlindungi dari bahaya penularan Covid-19. Saya bersama keluarga sudah mengungsi sudah 16 hari ini, belum bisa kembali ke rumah karena kondisi di dalam rumah masih terendam air dan tidak ada ruang untuk tidur. Sehingga masih bertahan di Aula pengungsian Kecamatan Pekalongan Barat. Saya berharap banjir segera surut dan pemerintah bisa mengupayakan untuk peninggian jalan-jalan di gang gang kampung dan memperbaiki sistem drainase lebih baik lagi,” pungkasnya. (dur)