Pembeli Sepi, Pedagang Mengeluh

by
KIAN KUMUH - Kondisi pasar darurat Kedungwuni kian kumuh, terutama saat musim hujan.

“Itu mestinya dianggarkan tahun 2020 karena refocusing anggaran digeser tahun 2021. Fasilitas penunjang itu air dan tower serta genset dan rumah gensetnya. Itu kan juga vital. Kalau listrik mati sewaktu-waktu bagaimana. Air juga vital. Itu dibangun tahun ini,” ujar dia.

Dengan adanya refocusing anggaran tersebut, lanjut dia, rencana pemindahan yang awalnya akan dilakukan pada bulan Februari-Maret 2021, pemindahannya direncanakan paling cepat habis Syawalan 2021.

“Ini rencana kita, ndak tahu nanti kalau ada kebijakan lain,” kata dia.
Disebutkan, pembangunan Pasar Kedungwuni tahun 2020 sudah selesai. Ada terminal dan musala yang belum dibangun karena ada refocusing anggaran. “Tanah untuk terminal sudah kita beli tapi belum dibangun,” katanya.

Disinggung jumlah pedagang, ia menyebutkan, pedagang lama yang ada di database sebanyak 1931, tetapi setelah updating data ternyata ada 1934.

“Artinya 1934 bukan nambah orang baru ya tapi ada kekeliruan rekap. Jadi ada yang rekapnya salah. Nomornya loncat. Tiga diitung dua seperti itu,” kata dia.