Pembeli Sepi, Pedagang Mengeluh

by
KIAN KUMUH - Kondisi pasar darurat Kedungwuni kian kumuh, terutama saat musim hujan.

“Masih banyak kios-kios besar yang membiarkan truk-truk membongkar muat di sekitar pasar. Ini menyebabkan macet,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dinperindagkop UKM) Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini mengakui, pihaknya juga menerima desakan dari pedagang untuk segera memindahkan mereka dari pasar darurat ke pasar baru.

Namun, kata dia, tidak 100 persen pedagang meminta dipindah sebelum lebaran. Ada dua permintaan. Sebanyak 81 persen dari mereka, yang merupakan pedagang beceran memang meminta cepat. “Sisanya, pedagang pakaian, malah meminta setelah lebaran,” paparnya.
Ia juga mengakui pasar itu secara fisik bangunan sudah selesai. Namun sarana prasarana seperti instalasi air, genset, dan rumah genset, belum selesai dikerjakan. Hal itu karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Yang mestinya sudah selesai, jadi tertunda karena anggaran terpakai untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi aspirasi Formasi. Desakan Maret Pasar Kedungwuni dibuka, akan ia sampaikan kepada bupati. “Akan kami sampaikan hasil audiensi ini ke bupati,” katanya.

Desakan Formasi didukung oleh DPRD Kabupaten Pekalongan. Dewan akan ikut mengawal dan membicarakan itu dengan Pemkab Pekalongan.