50 Ruas Jalan Rusak Berat

by
PERBAIKAN - Petugas dari DPUPR saat melakukan perbaikan kecil di ruas Jalan Urip Sumoharjo. Karena cuaca ekstrim, hampir semua ruas jalan milik Kota Pekalongan, yakni sebanyak 212 ruas jalan, mengalami kerusakan.

*Anggaran Perbaikan Butuh Tambahan

KOTA – Hujan intensitas tinggi yang terjadi, juga berdampak pada kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kota Pekalongan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dari 212 ruas jalan milik Kota Pekalongan hampir semuanya mengalami kerusakan dari ringan hingga berat. Namun dari jumlah itu, tercatat 50 ruas jalan mengalami kerusakan berat.

“Dari 212 ruas jalan yang tercatat sebagai aset kita, sudah diinventarisir dan dimonitor hampir semuanya mengalami kerusakan dari berat hingga ringan. Untuk yang rusak berat ada 50 ruas jalan. Jumlah itupun tidak menutup kemungkinan akan bertambah mengingat kondisi cuaca dan banjir,” ungkap Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, Senin (22/2/2021).

Terkait kondisi kerusakan itu, pihaknya sudah menyusun perencanaan untuk melakukan perbaikan namun menunggu musim hujan mereda. Sebab menurutnya, pengaspalan dalam kondisi hujan akan mubazir. “Untuk pengaspalan sebaiknya tunggu kondisi kering sehingga aspal bisa menempel. Agar tidak terjadi pemborosan. Sehingga bagi masyarakat kami minta supaya sedikit bersabar dan kami meminta maaf jika kondisi jalan tidak nyaman,” katanya.

Selain itu, banyaknya jalan yang rusak juga membuat kebutuhan anggaran untuk perbaikan bertambah. Dikatakan Nur Priyantomo, dalam penetapan APBD anggaran perbaikan jalan rusak sekitar ada Rp 1,1 miliar. “Tapi mengingat kerusakan jalan yang sangat banyak, maka kami akan usulkan kembali penambahan anggaran untuk perbaikan jalan. Kami akan usulkan Rp 1 miliar lagi,” tambahnya.

Pihaknya juga merubah strategi perbaikan dengan pengadaan langsung aspal curah untuk perbaikan. Sebab untuk penambalan satu ruas jalan, dibutuhkan sekitar 30 hingga 40 ton aspal. Jika dimasak sendiri seperti biasa, maka akan memakan banyak waktu dan tenaga. Sehingga rencananya, DPUPR akan langsung membeli aspal curah yang siap digunakan.

“Untuk yang kecil-kecil, hampir setiap hari kami lakukan aksi untuk penambalan. Jika kondisi cuaca sudah memungkinkan, baru akan dilakukan perbaikan menyeluruh. Setidaknya perbaikan akan selesai dalam waktu tiga bulan,” tandasnya.(nul)