Cegah Penyebaran Covid-19, PPKM Mikro Diperpanjang

by
TALK SHOW - Ketua DPRD, anggota Komisi B dananggota Komisi E DPRD Jateng talk show di radio milik Pemkab Kendal. dengan tema "Dampak Jateng di Rumah Saja".

*Kebijakan Dirumah Saja Memang Pro Kontra

KENDAL – Dinilai efektif bisa mencegah klaster baru penyebaran virus Covid-19, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro diperpanjang hingga 8 Maret 2021. Pemerintah sendiri mengeluarkan kebijakan PPKM berskala mikro mulai tanggal 9-22 Februari 2021.

“Informasi yang Saya terima untuk PPKM Mikro diperpanjang sampai 8 Maret nanti,” kata Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto, usai Talk Show di stasion radio milik Pemkab, Sabtu (20/2/2021).

Diketahui, PPKM Mikro diterapkan di tingkat RT, yaitu wilayah RT yang masuk kategori zona oranye dan zona merah. Zona oranye jika dalam satu RT terdapat 6-10 rumah yang dengan kasus konfirmasi positif dalam tujuh hari terakhir. Sedangkan zona merah jika salam satu wilayah RT terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif Covid-19. Penanganan yang dilakukan di antaranya dengan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak serta tempat umum lainnya, kecuali sektor esensial.

Bambang mengungkapkan, bahwa sesuai informasi yang diterima, selama pemberlakuan PPKM Mikro, pemerintah rencananya akan memberikan bantuan sembako. Bantuan sembako diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup bagi warga tidak mampu.
“Kalau untuk untuk pemerintah Pemprov Jateng belum membicarakan tentang adanya bantuan sembako,” ungkapnya.

Acara Talk Show yang diadakan oleh Dinas Kominfo Jawa Tengah bekerja sama dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah mengambil tema “Dampak Jateng di Rumah Saja”. Selain menghadirkan Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto, talk show juga menghadirkan dua anggota Komisi B DPRD Jateng, yaitu Sholeha Kurniawati dan Dyah Kartika Permanasari serta anggota Komisi E, Ida Nurul Farida.