Kecamatan Wonokerto Terendam Banjir, Warga Jebol Tanggul

by
BUKA PINTU TANGGUL DARURAT - Sehari setelah aksi warga, Bupati Asip Kholbihi meninjau lokasi banjir dan meminta pintu tanggul darurat Sungai Mrican yang masih dalam proses pembangunan dibuka agar air dari daratan lari ke lautan.

**Emosi, Warga Jebol Tanggul Darurat
**Hingga Kini Banjir Tak Kunjung Surut

WONOKERTO – Masyarakat di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, beramai-ramai menjebol tanggul darurat penahan rob di Sungai Mrican. Pasalnya, warga menilai perbedaan tinggi muka air laut dengan di daratan cukup tinggi, sehingga jika tanggul dibuka air di daratan akan mengalir ke lautan.

Tokoh masyarakat Wonokerto yang juga anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/2/2021) sore, mengatakan, perbedaan air laut dan darat sangat tinggi sekitar 50 cm. Padahal, Kecamatan wonokerto sudah tenggelam. Sementara di Sungai Mrican masih proses pembangunan pintu tanggul dan rumah pompa.

Seharusnya, lanjut dia, di saat air di daratan tinggi pintu yang belum jadi itu dibuka untuk membantu membuang air ke laut. Karena pompa hanya ada lima, sehingga belum optimal untuk membuang air dari daratan ke lautan. “Berbagai pihak itu membuka ndak berani takut bermasalah. Kerugian (jika tanggul dibuka, red) tidak seberapa dibandingkan kerugian masyarakat yang terdampak banjir. Akhirnya masyarakat sampai demo ke rumah saya. Pak Ken ini ndak bisa dibuka itu karena apa?. Ayo dibuka bareng-bareng,” tutur Kennedy.

Oleh karena itu, masyarakat akhirnya beramai-ramai membuka tanggul di lokasi yang dulu sudah dibuka oleh Bupati Asip Kholbihi, Jumat (19/2/2021) sore.

“Ternyata masyarakat ke sana tidak bisa membuka karena ada tiang-tiang besi. SSP atau apa bahasanya yang dibuka ndak bisa. Sampai menghubungi alat berat kelautan tapi mencabut ndak kuat. Masyarakat marah besar saat itu,” ujar dia.

Hingga malam hari, masyarakat akhirnya membuka tanggul itu sesuai dengan batas kemampuannya dengan dibantu alat berat. Begiti tanggul dibuka, kata dia, aliran air luar biasa besar lari ke laut.