60 Pasangan Bawah Umur Hendak Nikah

by
Supriyono, Kepala DP3AP2KB Batang

*DP3AP2KB Ajak Remaja Tunda Pernikahan Hingga 19 Tahun

BATANG – Sesuai dengan data Kemenag Batang, angka pernikahan dini naik hingga 200 persen tahun 2020 lalu. Bahkan, data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang juga mencatat sudah 60 pasangan bawah umur yang mengajukan surat keterangan terkait pernikahan dini.

Oleh karenanya, DP3AP2KB berupaya melaksanakan sosialisasi untuk mencegah pernikahan dini. Salah satunya dengan mengajak remaja untuk menunda pernikahan hingga umur 19 tahun.

“Mayoritas remaja yang akan menikah berusia di bawah 19 tahun. Untuk itu, perlu adanya sosialisasi untuk menunda pernikahan agar bisa sesuai dengan umur yang ditetapkan UU nomor 16 tahun 2019, di mana usia minimal pernikahan adalah 19 tahun,” ujarnya saat mengisi acara di Balai Penyuluhan KB, Kecamatan Gringsing, belum lama ini.

Pihaknya membuka kesempatan untuk berkosultasi terlebih dahulu, sebelum anak memperoleh Surat Keterangan yang harus dilampiri pernyataan dan alasan melakukan pernikahan dini.

Menurut Supriono, beberapa alasan pernikahan dini, antara lain karena anak yang kurang memperoleh pengawasan kedua orang tua saat menggunakan gawai, sehingga menimbulkan pergaulan bebas.

“Selain itu, pandemi yang belum usai juga mengakibatkan anak yang tidak memperoleh pendidikan secara maksimal karena pelajar harus mengikuti pembelajaran secara daring,” ungkapnya.