Simak Ini, Ibu Hamil Dapat Bantuan Rp 3 Juta Dari Program Keluarga Harapan

by
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar . (RmolJateng)

Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang penyalurannya melalui Dinas Sosial (Dinsos) kini memberikan bantuan bagi ibu hamil senilai Rp3 juta.

PKH yang merupakan program pemberian bantuan bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin yang telah ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar mengatakan, PKH diberikan untuk ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia berusia di atas 70 tahun dan anak sekolah.

Penerima PKH sebanyak 43.731, warga yang memperoleh bantuan ini terbanyak di Kecamatan Semarang Utara, 4.672, Tembalang ada 4.290, dan Genuk ada 3.945.

Terkait prosedur ibu hamil yang bisa mendapatkan bantuan PKH, nantinya Dinsos akan turun langsung ke lapangan bersama pendamping PKH atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan kader dari RT/RW setempat untuk mendata ibu hamil yang ada dilingkungan tersebut.

“Nanti setiap bulannya kami akan turun ke lapangan untuk mendata ibu hamil dan akan mengusulkannya kedalam daftar penerima PKH. Kuotanya ada sekitar 25 ribuan,” jelasnya, Jumat (19/2).

Selain itu, ada juga bantuan sosial BPNT atau non tunai dalam bentuk sembako yang totalnya senilai Rp200 ribu. Didalamnya berisi sembako antara lain beras, telur dan daging. Untuk bantuan Program sembako/ BPNT sebanyak 25.602 penerima.

Sementara itu bantuan sosial tunai (BST) saat ini juga sudah mulai berjalan lagi, nilainya sebesar Rp 300 ribu per bulannya. Penerima bantuan sosial Tunai (BST) kota Semarang sebanyak 111.986 penerima. Adapun Kecamatan yang memperoleh bantuan tersebut terbanyak, yaitu di Kecamatan Semarang Utara, ada 12.932. Kecamatan Semarang Barat, ada 11.720 dan Kecamatan Gunungpati ada 8.354.

“Untuk BST sudah mulai berjalan lagi, total penerimanya ada 104 ribu yang bisa diambil melalui kantor pos. Ya memang ada pengurangan jumlah penerimanya, kalau sebelumnya untuk kota Semarang ada 115 ribu,” pungkasnya. (hen/rmoljateng)