Perjuangan Relawan Banjir, 3 KM Bolak-balik Menerjang Genangan Air Sepinggang

by
EVAKUASI WARGA - Aparat dari BPBD, TNI/Polri, PMI, kecamatan/desa, dan relawan bahu membahu mengevakuasi warga yang terjebak banjir ke lokasi pengungsian.

SEMANGAT TERUS. Itulah slogan para relawan. Meskipun hawa dingin dengan air banjir, mereka tetap bersemangat membantu para korban baniir. Korban banjir yang semula bertahan di rumah akhirnya banyak yang dievakuasi ke lokasi pengungsian untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Malam hingga dini hari itu menjadi waktu yang berat bagi tim evakuasi, baik dari relawan, BPBD, TNI, Polri, PMI, dan lainnya. Di tengah hujan, mereka berjibaku menerjang banjir untuk mengevakuasi warga.

“Total kemarin malam saya ikut evakuasi enam orang yang tersebar di dua titik di Wonokerto dan Kelurahan Bener, Wiradesa. Evakuasi mulai jam 2 dini hari selesai pukul 06.00 WIB tanpa henti,” tutur M Rofik Maulana alias Panjol, relawan PMI Kabupaten Pekalongan, Kamis (18/2/2021).

Dikatakan, proses evakuasi menggunakan kapal karet milik BPBD dan Lolong Adventure. Pasalnya, ketinggian air satu perut orang dewasa. “Di Pesanggrahan yang agak berat. Kami harus berjalan dengan genangan air setinggi pinggang berjalan sejauh 3 Km. Jika bolak balik berarti 6 Km. Proses evakuasi sekitar 10 kali,” kata dia.

Menurutnya, evakuasi paling sulit untuk lansia dan orang sakit. Sebab harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Yang jelas daleman sudah habis karena basah semua. Badan juga gatal-gatal. Tiga Hp saya juga rusak karena kecemplung air,” kata dia.

Meski menjadi relawan tugasnya tidak ringan, namun ia mengaku senang dan bangga bisa membantu para korban banjir.