Tujuh Tahun, Kaki Gajah Gagal Dieliminasi

by
RAKOR - Dinas Kesehatan mengundang stakeholder untuk membahas pelaksanaan POPM Filariasis yang akan digelar mulai Maret 2021.

KOTA – Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis di Kota Pekalongan yang sudah dilakukan selama tujuh tahun, belum berhasil mengeliminasi filariasis atau dikenal dengan penyakit kaki gajah. Dilaksanakan pada tahun 2011 hingga 2015, dan diulangi kembali pada 2017 hingga 2018, angka microfilaria rate di beberapa kelurahan tercatat masih berada di atas 1%. Sehingga Kota Pekalongan dinyatakan belum bebas penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.

Untuk itu tahun ini Kota Pekalongan kembali akan melaksanakan POPM Filariasis selama dua tahun atau hingga tahun 2022. Guna menyusun tata cara pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan mengumpulkan stakeholder dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (18/2/2021) di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan.

“Kota Pekalongan belum bisa dinyatakan berhasil mengeliminasi filariasis. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2011 hingga 2015, Kota Pekalongan belum dinyatakan berhasil sehingga kembali diulangi pada 2017 sampai 2018. Hasil tes kembali menunjukan bahwa angka mikrofilaria masih di atas 1% sehingga Kota Pekalongan masih masuk endemis filariasis dan perlu mengulangi POPM selama dua tahun,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto.

Menurut Budi, ada beberapa faktor yang menyebabkan POPM Filariasis belum efektif mengeliminasi penyakit tersebut. Salah satunya tingkat kepatuhan masyarakat untuk meminum obat filariasis yang masih rendah. Justru semakin tahun angkanya selalu mengalami penurunan. “Tahun 2011, angka kepatuhan hanya 63%, kemudian tahun 2012 hanya 60% dan 2013 hanya 50%. Padahal distribusi obat sudah dilakukan secara optimal. Sedangkan target kepatuhan minimal 65%,” jelasnya.

Sehingga dalam pelaksanaan POPM Filariasis tahun ini, pihaknya akan menerjunkan petugas dari tim kader Tenaga Pelaksana Eliminasi (TPE) secara door to door di seluruh kelurahan untuk memastikan masyarakat meminum obat filariasis secara langsung di tempat dan tidak boleh ditunda.