Ganjar: Penanganan Banjir Sudah Disiapkan

by
TINJAU BANJIR - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wali Kota Pekalongan terpilih HA Afzan Arslan Djunaid dan pejabat terkait saat meninjau lokasi terdampak banjir di Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Rabu (17/2/2021).

KOTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kunjungannya ke Kota Pekalongan, Rabu (17/2/2021) meninjau langsung lokasi terdampak banjir di wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat. Lokasi itu menjadi salah satu wilayah terdampak banjir paling parah.

Di wilayah ini, ketinggian banjir masih mencapai kurang lebih 50-80 cm. Ganjar yang didampingi Wakil Wali Kota Pekalongan yang juga Wali Kota Pekalongan terpilih HA Afzan Arslan Djunaid, Dandim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto, Sekda Kota Pekalongan, Kajari Kota Pekalongan, dan beberapa pejabat terkait harus rela berbasah-basahan berjalan kaki ‘nyemplung’ ke genangan banjir. Sepanjang perjalanannya itu, Ganjar juga menyapa warga setempat dan berdialog dengan mereka.

Di tengah permukiman yang genangan banjirnya cukup dalam, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu karet yang sudah disiapkan BPBD dan tim SAR. Ganjar bersama Wali Kota terpilih, Dandim, dan Kapolres bahkan mendayung perahu tersebut sambil terus menyapa warga yang ditemui dan memberikan bantuan. Gubernur Ganjar juga meninjau kondisi Sungai Bremi yang kondisinya meluap dan airnya menggenangi permukiman. (way)

Ganjar mengungkapkan, penanggulangan banjir di Kota Pekalongan tengah disiapkan perencanaannya yang sudah berjalan secara bertahap melalui koordinasi seluruh pemangku kepentingan mulai dari hulu hingga hilir untuk menuntaskan permasalahan banjir tersebut.

“Penanggulangan banjir kemarin kita sudah koordinasi dan kumpulkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari hulu sampai hilirnya dari berbagai sektor infrastrukturnya hingga pejabat di level pusat agar bisa diselesaikan bareng-bareng dan dibagi tugas untuk saling bersinergi misal dari pemerintah daerah setempat menata saluran air yang ada di wilayahnya, sungainya dari saya selaku kewenangannya, tanggul lautnya juga sudah kami minta ke Menteri PUPR, Pak Basuki untuk bisa diteruskan. Beberapa kontrak sebentar fisik masih terus dilakukan,akan kita pantau dan kawal terus agar progresnya bisa lebih cepat” tegasnya.