Ngotot, Wihaji Minta Jatah 20 Hektar di KITB untuk UMKM Batang

by
PENINJAUAN - Bupati Batang Wihaji bersama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan jajaran PT KITB saat tinjau lokasi UMKM di KITB, Desa Ketanggan Kecamatan Gringsing, Minggu (14/2/2021).

BATANG – Tak mau warganya hanya jadi penonton perkembangan Kawasan Indonesia Terpadu Batang (KITB), Bupati Wihaji meminta pihak Konsorium KITB untuk memberikan ruang bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Wihaji berharap setidaknya ada sekitar 20 hektar lahan yang bisa digunakan UMKM Batang untuk mendukung suplai industri yang berada di lokasi KITB.

“Kita sudah siapkan 20 hektar untuk kawasan UMKM untuk supporting kebutuhan Industri. Karena tidak semuanya menggunakan high tech di KITB, ada beberapa kebutuahan yang sifatnya dolly, sehingga masyarakat tidak ditinggal dan ikut terlibat,” kata Wihaji saat diwawancarai di kantornya, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, tak hanya di KITB saja, tetapi sesuai perintah Presiden Joko Widodo, kawasan industri wajib melibatkan warga lokal dan harus ada diberikan ruang bagi UMKM.

“Melibatkan UMKM lokal dalam investasi agar ada sinergi dalam menyuplai untuk menunjang kebutuhan industri, baik sektor makanan minuman, pakaian dan lainya.

“Investasi tidak hanya membantu dalam cipta lapangan kerja, tapi juga harus ada suplai kebutuhan industri dari UMKM, sehingga nantinya ada pergerakan, pertumbuhan dan pertahanan ekonomi masyarakat lokal dari dampak industri,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan, di KITB sudah ada tiga perusahaan besar dari luar negeri yang positif berinvestasi, yakni LG, KCC Glass dan Wavin yang nilai investasinya capai ratusan triliun.

“Dalam 5 tahun ke depan kebutuhan tenaga kerjanya bisa mencapai 150 ribu orang, itu data yang dilaporkan direktur utama PT KITB,” pungkasnya. (nov)