Ombak Besar, Nelayan Takut Melaut

by
TAK BERANI - Ombak besar, ratusan nelayan di Kampung Biru, sudah tiga pekan ini terpaksa tidak melaut. Mereka tambatkan perahu dan pilih benahi jaring.

*Produksi Ikan Asin Turun Drastis

KENDAL – Ratusan nelayan di Kampung Biru, Kelurahan Kalibuntu, Kendal Kota, sudah tiga pekan ini terpaksa tidak melaut. Hal ini lantaran kondisi laut cukup besar ombaknya dan kerap turun hujan yang disertai angin kencang, sehingga membahayakan bagi nelayan yang menggunakan perahu. Selama tidak melaut para nelayan memanfaatkan waktu luangnya untuk memperbaiki jaring dan perahu. Sebagian lagi memancing hanya sekedar mengisi waktu luang, sekaligus mendapatkan ikan ala kadarnya.

Sunardi, pemilik perahu mengaku tidak berani melaut karena ombaknya terlalu besar, sehingga cukup beresiko. Waktu luangnya bersama para nelayan digunakan untuk memperbaiki dan membuat jaring baru.

“Kalau tidak melaut ya nganggur,” katanya, Selasa (16/2/2021).
Hal snada Kusnadi mengatakan, selama tidak melaut, waktunya dimanfaatkan untuk memperbaiki jaring. Tidak ada pekerjaan sampingan selama tidak melaut. Paling hanya di rumah atau mancing hanya sekedar untuk mendapatkan ikan ala kadarnya.

“Kadang di rumah aja atau mancing,” ujarnya.
Di Kampung Biru ada sekitar 300 perahu. Para nelayan mengaku, selama masa paceklik, tidak ada bantuan apapun dari pemerintah.

PRODUKSI IKAN ASIN TURUN

Kondisi laut dengan gelombang cukup ekstrim membuat para nelayan yang tidak berani melaut berimbas pada menurunnya produksi ikan asin. Menurut Abdul Aziz, seorang pengusaha ikan asin di Kelurahan Bandengan Kendal, beberapa pekan ini produksi ikan asinnya turun drastis. Dalam kondisi normal biasanya bisa memproduksi ikan asik antara 2 hingga 3 kwintal, namun untuk saat ini hanya sekitar 20 sampai 50 kilogram per hari.