Bupati Pekalongan Pantau PPKM Mikro, Efektif & Tren Covid-19 Menurun

by
TINJAU POSKO - Bupati Asip Kholbihi didampingi Wabup Arini Harimurti dan unsur Forkompinda memantau posko PPKM mikro di Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen, kemarin.

KAJEN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro atau PPKM mikro jika berjalan efektif diyakini mampu menekan penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah di Desa Tanjungsari ini sudah ada hasil yang baik. Alat analisanya cukup, bahannya cukup, datanya cukup. Preventifnya kita siapkan, kuratifnya juga kita siapkan,” ujar Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai meninjau posko PPKM mikro di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Selasa (16/2/2021).

Jika PPKM mikro bisa efektif, Bupati meyakini tren penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan pada bulan Februari ini akan turun.

“Kita akan replikasi PPKM mikro ini ke desa-desa yang punya potensi, baik itu desa zona kuning, orange, dan merah. Apalagi yang zona merah ini menjadi atensi kita,” katanya.

Setidaknya, lanjut dia, kalau seluruh desa sudah menyiapkan program ini secara mandiri akan mempermudah proses pengurangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.

Meskipun pemerintah menerapkan PPKM mikro, Bupati menekankan program vaksinasi harus didukung. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga menjadi hal utama yang tidak boleh dilupakan.

“Di Desa Tanjungsari ini ada dua kasus, bapak dan anak, yang sudah dirawat secara intensif, secara efektif melakukan isolasi diri, ada pendampingannya. Disiapkan juga rumah isolasi. Kebetulan rumahnya memenuhi syarat untuk isolasi, maka melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Ini melalui proses sudah 15 hari lebih. Desa Tanjungsari sekarang sudah masuk zona hijau, tadinya zona kuning,” ujar Asip.

DESA WATUGAJAH

Selain memantau PPKM mikro di Desa Tanjungsari, Bupati Asip Kholbihi didampingi Wabup Arini Harimurti dan unsur Forkompinda juga memantau posko PPKM mikro di Desa Watugajah Kecamatan Kesesi, dan Desa Yosorejo Kecamatan Siwalan.

“Ini zona kuning karena ada dua kasus, anak dan orang tuanya. Sudah 15 hari tinggal menunggu hasil tracking terakhir,” kata Bupati saat di Desa Watugajah.

Menurutnya, PPKM mikro sangat bermanfaat. Jika ada kasus, langsung ada langkah preventif dan kuratif. Preventifnya apa?. Seluruh lingkungannya langsung ditracking semua.

“Hasilnya Alhamdulillah negatif semua. Dua orang positif Covid mendapat atensi khusus kita jaga, rumahnya harus standar, memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, dan dalam pengawasan,” kata Bupati.

Bedanya kalau dulu tidak ada pengawasan yang efektif, sekarang diawasi secara efektif oleh tim PPKM di Desa Watugajah.

“PPKM mikro menurut saya jawaban agar protokol penanggulangan virus corona ini lebih efektif. Tapi tetap seluruh pihak terkait dan masyarakat akan kita sadarkan terus menerus bahwa syarat utamanya adalah pemenuhan terhadap protokol kesehatan,” tandas dia.