Sudah Sepekan, Banjir Masih Bertahan

by -
BERTAHAN - Puluhan pengungsi bencana banjir masih bertahan di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, kemarin (12/2/2021).

KOTA – Banjir yang merendam sebagian wilayah Kota Pekalongan belum benar-benar tuntas. Hingga Minggu (14/2/2021), masih ada 13 kelurahan yang terus direndam banjir dengan sekitar seribuan warga yang masih bertahan di pengungsian. Artinya, sudah sepekan banjir berlangsung dan belum benar-benar tuntas.

Dari catatan BPBD Kota Pekalongan, ke 13 kelurahan yang masih direndam banjir yakni berada di tiga kecamatan masing-masing Kecamatan Pekalongan Barat, Kecamatan Pekalongan Utara dan Kecamatan Pekalongan Timur. Dari tiga wilayah itu, kelurahan terdampak paling banyak berada di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dengan tujuh kelurahan, disusul Pekalongan Timur di mana banjir masih menggenangi empat kelurahan dan di Pekalongan Barat banjir masih menggenangi dua kelurahan.

Namun jika melihat keparahan, kelurahan-kelurahan di wilayah Pekalongan Utara dan Barat menjadi yang terberat. Di Pekalongan Utara, banjir masih menggenangi seluruh kelurahan dengan ketinggian antara 10 hingga 50 sentimeter. Di Pekalongan Barat, meski hanya dua kelurahan ketinggian air masih mencapai 70 sentimeter terutama di wilayah Pasirkraton Kramat.

Di wilayah tersebut, banjir bahkan sudah terlebih dulu terjadi. Jika hampir seluruh wilayah mulai tergenangi banjir sejak 7 Februari 2021, Pasirkraton Kramat terhitung sudah 10 hari menghadapi genangan banjir. “Kalau di Pasirsari sudah 10 hari. Sudah sempat surut dua hari lalu, ketinggian sudah selutut orang dewasa. Tapi hujan Minggu pagi membuat ketinggian air kembali bertambah sekitar paha orang dewasa,” ungkap Ketua RW 04 Kelurahan Pasirkraton Kramat, Rendy.

Dikatakanya, wilayah terdampak paling besar yakni di Jalan Sutan Syahrir dan di wilayah Randujajar. “Dua wilayah itu yang paling dalam dan sudah 10 hari belum surut,” tambahnya.