Pondasi Jembatan Peturen Retak Dikedua Sisi

by -
TINJAU JEMBATAN - Bupati Batang, Wihaji bersama Forkopimda meninjau Jembatan Peturen, Kamis (11/2/2021).

Ia juga mengatakan, bahwa Jembatan Peturen merupakan akses vital masyarakat. Oleh karena itu, pada tahun 2022 Pemkab Batang akan memprioritaskan adanya perbaikan.

“Feasibility study (FS) sudah ada anggarannya mencapai Rp 3,5 miliar, tinggal lihat kemampuan keuangan daerah sekaligus prioritas. Semoga saja tidak ada yang lebih darurat sehingga tahun 2022 bisa dibangun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPU PR, Endro Suryo mengatakan, jika status Jembatan Peturen menjadi kewenangan kabupaten. “Jembatan Peturen ini sudah termakan usia. Apabila dilihat secara fisik, kondisinya saat ini sebagian pondasi sudah retak dan harus segera dilakukan penanganan,” ucap Endro.

Ia pun mengatakan harus ada pembatasan kendaraan yang melintas jembatan penghubung antar kecamatan itu. Menurutnya, kendaraan dengan beban tonasi lebih dari 12 ton lebih tidak boleh lewat. “Kendaraan di atas 12 ton tidak boleh lewat, karena belum ada anggaran perbaikan,” kata Endro.

Dikatakan Endro, bahwa Pemkab Batang tahun 2021 ini baru membuat Detail Engineering Design (DED) Jembatan Peturen. Sedang pengerjaannya akan dilaksanakan pada 2022 mendatang.