Dapat Diskon Pajak Pembelian, Harga Sejumlah Mobil Baru Turun Bulan Depan, Ini Daftarnya

by
Sejumlah pengunjung saat mengunjungi arena pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 saat pembukaan di Jakarta, Kamis (7/4). Pemeran otomotif yang akan berlangsung hingga 17 April 2016 itu diikuti pelaku industri otomotif di tanah air dengan manampilkan produk unggulan. Foto : Ricardo/JPNN.

Pemerintah tengah bersiap mengucurkan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor dengan besaran potongan diberikan bertahap mulai Maret hingga Desember 2021.

“Mengambil momentum pemulihan ekonomi, pemerintah menyiapkan kebijakan insentif penurunan tarif PPnBM,” demikian keterangan tertulis Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Jumat.

Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama.

Kemudian 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan.

Diskon pajak itu diberikan untuk kendaraan bermotor segmen kurang atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4×2.

Lantas, mobil apa saja yang masuk dalam kategori penerima diskon PPnBM?

Insentif untuk mobil baru tersebut menjangkau model-model yang masuk dalam segmen Low MPV seperti Avanza, Xenia, Mobilio, Xpander, Confero, dan Ertiga.

Kemudian model-model di segmen Low SUV seperti Terios, Rush, Xpander Cross, XL7, dan BR-V. Sedangkan jenis sedan ada Vios dan City.

Segmen tersebut dipilih karena merupakan yang banyak diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki local purchase di atas 70 persen.

Keputusan itu diambil setelah dilakukan koordinasi antarkementerian dan diputuskan dalam rapat kabinet terbatas.

Kebijakan diskon pajak ini nantinya menggunakan PPnBM yang ditanggung pemerintah.

Menkeu Sri Mulyani akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait diskon pajak itu dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021.

Kemenkeu menyatakan pemberian diskon pajak itu didukung Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, melalui pengaturan uang muka nol persen dan penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Kredit. (rdo/jpnn)