Ibu Korban Nyawa Demi Selamatkan Balitanya Sebelum Mobil yang Ditumpangi Disambar Kereta Api

by
Jasad Ica dan bangkai mobil usai tragedi KA Dhoho. (Foto: Choirul Anam/Ngopibareng.id)

Kereta api (KA) Dhoho menyambar mobil yang ditumpangi satu keluarga di perlintasan kereta api dengan palang dan penjagaan “swadaya masyarakat” di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (12/02/2021) sekitar pukul 10.25 WIB.

Ibu dari keluarga tersebut, Alip Ica Silvia, 27 tahun, tewas di lokasi kejadian. Saksi mata menceritakan, ibu muda yang duduk di jok depan berupaya menyelamatkan anak balitanya dalam gendongan.

“Korban dilaporkan sempat melemparkan bayinya ke suami,” demikian keterangan saksi mata yang dihimpun pihak kepolisian di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Korban bersama suami, Budiono, 33 tahun, dan ketiga anaknya, Amelsa usia 9 tahun, Amanda usia 4 tahun, dan si bungsu yang baru berusia satu tahun. Beruntung Budiono dan ketiga anaknya selamat dari kecelakaan maut tersebut.

Suami dan Ketiga Anak Selamat

Mobil Suzuki Carry nomor polisi (nopol) AG 1535 DV hendak menyeberangi rel dari arah utara ke selatan, tiba-tiba kondisi mobil mati dengan posisi roda depan sudah menginjak rel kereta api.

Sementara itu, kereta api semakin mendekat dari arah timur dengan klakson panjang terus dibunyikan, Budiono meminta istri dan anak-anaknya segera menyelamatkan diri. Amelsa dan Amanda berhasil keluar dari mobil. Ica dalam kondisi panik berusaha menyelamatkan nyawa balitanya.

“Kita masih belum bisa memastikan apakah ketika kereta api akhirnya menabrak bagian depan mobil, korban masih di dalam atau sudah keluar mobil,” ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan.

Menurut keterangan para saksi, korban yang berasal Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar itu diduga panik sehingga kesulitan sendiri membuka pintu mobil.

Suami Korban masih Berduka

Polisi belum bisa meminta keterangan dari Budiono. Ia masih dalam keadaan terpukul menyaksikan istrinya tewas di lintasan kereta api maut itu. Sementara itu, salah satu relawan palang perlintasan tidak resmi mengatakan, Budiono sempat berusaha mendorong mobil ke belakang agar tidak tertabrak kereta. Namun usaha itu gagal.

Sumber yang tidak bersedia disebut identitasnya itu memastikan bahwa seluruh penumpang kecuali Ica sudah berada di luar mobil saat KA Dhoho itu menabraknya.

“Kalau semua masih di mobil ya tidak mungkin kondisi mereka hanya luka ringan, Mas,” ujar pria itu.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti di mana posisi korban tewas saat peristiwa nahas itu terjadi. Pantauan Ngopibareng.id di lokasi, kondisi mobil korban ringsek di sejumlah bagian terutama kiri depan.

Posisi mobil terguling di sisi utara rel. Sedangkan jasad Ica tampak tergeletak di sebelah bangkai mobil. Humas KAI Daop VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengonfirmasi kejadian kecelakaan KA Dhoho relasi Blitar-Kertosono vs mobil di perlintasan tak terjaga itu terjadi beberapa saat setelah meninggalkan stasiun Blitar menuju Stasiun Rejotangan.

“Laporan dari masinis kereta api bahwa akibat peristiwa itu lampu kabut bagian kanan lokomotif CC 2039813 pecah,” ujarnya. Kereta api pun mengalami keterlambatan berangkat enam menit dari Stasiun Rejotangan. (ngopibareng)