Radar Tegal

11 Sengketa Pilkades Diadukan

Kepala Dispermasdes Kabupaten Tegal, Prasetyawan

Kepala Dispermasdes Kabupaten Tegal, Prasetyawan

SLAWI – Sedikitnya 11 sengketa dalam pemilihan kepala desa (pilkades) diadukan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Tegal. Para pengadu itu, mayoritas meminta adanya penghitungan suara ulang.

“Aduan yang masuk ke kita (Dispermades) ada 11 desa. Sedangkan yang masuk ke bupati, kami tidak tahu,” kata Kepala Dispermasdes Kabupaten Tegal, Prasetyawan, Jumat (3/11).

Hasil pilkades yang diadukan tersebut ?di antaranya berasal dari Desa Sidamulya Kecamatan Warureja, Sidaharja Kecamatan Suradadi, Semboja, dan Jatiwangi Kecamatan Pagerbarang, Balapulang Kulon Kecamatan Balapulang, Jembayat Kecamatan Margasari, Dukuh Jati Kecamatan Pangkah, serta Dukuh Ringin dan Dukuh Salam Kecamatan Slawi.

Prasetyawan menyebut pengaduan itu ada beberapa di antaranya yang berasal dari satu desa yang sama. Sedangkan inti aduannya adalah keberatan dengan hasil pilkades dan meminta dilakukan penghitungan ulang surat suara. “Ada tiga calon di satu desa yang sama-sama mengajukan aduan. Rata-rata meminta dilakukan penghitungan ulang,” ungkapnya.

Prasetyawan mengatakan, selain oleh calon kepala desa, ada juga pengaduan yang dilakukan oleh tim sukses calon. Padahal, pihaknya mengaku sudah mensosialisasikan bahwa aduan sengketa pilkades harus diajukan langsung oleh calon.

“Pada prinsipnya, semua aduan yang masuk tetap kita proses dengan mengumpulkan bukti-bukti pendukungnya,” jelasnya.

?Menurut Prasetyawan, seluruh aduan terkait hasil pilkades yang masuk nantinya akan diteruskan ke Bupati Enthus Susmono untuk diputuskan langkah tindaklanjutnya. Sebab sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bupati diberikan kewenangan untuk menyelesaikan sengketa pilkades.

“Bupati memiliki waktu 30 hari sejak hasil pilkades disahkan atau ditetapkan untuk mengeluarkan keputusan atas aduan yang masuk,” pungkasnya. (yer)

Facebook Comments