Perdalam Pemahaman dengan Pembelajaran Praktik

by
Oleh: Ruswati, S.Pd.I

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan ini menetap dalam tingkah laku yang terjadi sesuai hasil latihan atau pengalaman. Proses pembelajaran di sekolah melibatkan interaksi antara guru dan siswa dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. (Rustaman, 2001: 461). Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

Unsur penting bagi keberhasilan siswa salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran. Guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang tepat. Metode diartikan sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan artinya metode harus menunjang pencapaian tujuan pengajaran (Djamarah et al, 2006: 75). Metode pembelajaran adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau ditentukan (Sunendar, 2011: 56). Penggunaan metode sangat diperlukan untuk mempermudah proses kegiatan belajar mengajar sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. Hal ini selaras dengan pernyataan Roestiyah (2001) bahwa ketika proses belajar mengajar berlangsung, metode pembelajaran wajib digunakan.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru yaitu metode praktik. Belajar akan lebih bermakna jika siswa mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan guru menjelaskan materi pembelajaran. Menurut David A. Jacobsen et al (2009: 203) metode praktik dibagi menjadi dua yakni metode praktik terbimbing dan praktik mandiri. Praktik terbimbing merupakan metode dalam pembelajaran, guru memberikan umpan balik agar siswa mengetahui cara praktik sesuai dengan materi yang telah dijelaskan. Metode ini digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 03 Rogoselo untuk menyampaikan materi “Tata Cara Wudhu”.

Pencapaian pemahaman siswa terhadap tata cara berwudhu tidak cukup dengan penjelasan materi saja. Menurutnya, materi berwudhu sangat memerlukan pembelajaran praktik agar siswa dapat melaksanakan wudhu dengan baik dan benar sesuai ketentuan syariat. Merill (1979) mengemukakan bahwa cara yang paling efektif untuk mengajarkan keterampilan adalah dengan demonstrasi. Maka sebelum praktik dimulai, guru terlebih dahulu mendemonstrasikan cara wudhu yang benar sesuai dengan syariat. Kemudian siswa bergantian melaksanakan praktik wudhu dibawah bimbingan guru.

Siswa terlihat fokus memperhatikan guru mendemonstrasikan wudhu dan siswa antusias mempraktikkannya. Metode ini dapat membantu siswa menguasai keterampilan dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Hal tersebut sesuai dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh guru melalui praktik yaitu siswa dapat mengimplementasikan materi yang sudah dipelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Setelah pembelajaran praktik, siswa diharapkan dapat membiasakan diri untuk melaksanakan wudhu sebelum sholat dengan baik dan benar.

Pelaksanaan praktik menjadikan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan yang paling penting dapat memperdalam pemahaman. Abdorrakman Ginting (2008: 62) menyampaikan kelebihan metode praktik yaitu mempermudah dan memperdalam pemahaman tentang berbagai teori yang terkait dengan praktik yang sedang dikerjakan. Artinya, ketika siswa mampu memperlihatkan tata cara wudhu secara runtut dan benar sesuai dengan ketentuan syariat, bersamaan dengan itu dapat dinyatakan bahwa siswa memahami teori yang dipelajari.

*Penulis adalah Guru SD N 03 Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan