Guru Diminta Ikut Bangun Karakter Bangsa, Jangan Sampai Paham Menyimpang Muncul di Lingkungan Pendidikan

by
EMPAT PILAR KEBANGSAAN: Anggota DPR RI dari Fraksi PKN menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada puluhan guru dan tenaga pendidik di SMP Islam Yarohis Simbang Wetan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (9/2/2021). Hadi Waluyo.

BUARAN – Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan karakter bangsa. Karena pendidikan dapat membangun bangsa Indonesia yang berkualitas, maju, dan unggul, serta berdaya saing tinggi sebagai modal pembangunan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romli, disela-sela sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada puluhan guru dan tenaga pendidik SMP Islam Yarohis Simbang Wetan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (9/2/2021).

Disampaikan, pendidikan sebagai suatu proses harus secara terus-menerus dilakukan kepada seluruh komponen bangsa. Karena komponen bangsa ini adalah motor penggerak pembangunan yang selama ini dilakukan dan menjadi tujuan langsung.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan, pada dasarnya fungsi pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi juga membangun karakter bangsa. Untuk itu, ia menegaskan, nilai-nilai 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan dalam sanubari pelajar dan generasi muda sedini mungkin.

“Kami meyakini melalui pengajaran sejak dini kepada para pelajar dan generasi muda, pembentukan karakter bangsa sebagai penjabaran dari materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dapat lebih cepat terwujud,” kata dia.

“Ini adalah tugas negara. Kita melakukan sosialisasi 4 pilar termasuk juga kepada para guru dan tenaga pendidik. Mudah-mudahan kegiatan yang kita selenggarakan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan saya berharap meskipun kita menyelenggarakan kegiatan ini di tengah-tengah pandemi, kita tetap harus menjaga kesehatan dan jalankan protokol kesehatan secara ketat,” imbuhnya.

Dia berharap, setelah mengikuti sosialisasi tersebut, kedepannya para tenaga pendidik dituntut untuk dapat menjabarkan secara komprehensif tentang isi dan makna Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jangan sampai lahir paham dan ideologi yang menyimpang di lingkungan pendidikan. Kita harus terus menjaga agar tidak ada dinamika munculnya paham yang mengganggu konstitusi negara ini. Nilai-nilai empat pilar kebangsaan harus selalu ditanamkan di sanubari seluruh anak bangsa Indonesia, sebagai implementasi untuk mempersatukan kita semua, menuju cita-cita luhur kemerdekaan yang berdaulat adil dan makmur,” pungkasnya. (had)