Limpasan Kali Loji dan Banger Ditutup ‘Sandbag’

by
TANGGUL DARURAT - Sandbag atau karung-karung berisi pasir dipasang sebagai tanggul darurat untuk membendung limpasan air Sungai Loji di Jalan Diponegoro, kemarin (8/2/2021).

KOTA – Banjir di Kota Pekalongan pada Minggu (7/2/2021) hingga Senin (8/2/2021) diperparah dengan limpasnya air beberapa sungai, antara lain Sungai Loji, Sungai Banger, dan Sungai Bremi.

Sungai Loji yang tidak lagi mampu menampung debit air limpas menggenangi jalan dan permukiman warga. Beberapa titik limpasan antara lain terpantau ada di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Mapolres Pekalongan Kota dan kawasan Jetayu depan Apotik Ibukota.

Sebagai langkah darurat penanganan limpasan Sungai Loji tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan bersama Balai PSDA Pemali Comal DPU SDA Taru Provinsi Jateng dan BPBD melakukan penanganan darurat dengan memasang ‘sandbag’ atau karung berisi pasir atau tanah.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, DPUPR pada Senin (8/2/2021) pagi telah mengirim dan memasang 100 karung pasir ke titik limpasan Sungai Loji tersebut. “Tadi DPUPR mengirim 55 karung untuk membendung limpasan Sungai Loji di depan Polres dan 55 karung di depan Apotik Ibukota,” ungkapnya kemarin.

Selain menangangi limpasan di Sungai Loji, imbuh Khaerudin, DPUPR bersama BPBD juga memasang ratusan sandbag atau karung pasir di Sungai Bremi, daerah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat.