Cuaca Ekstrem, Waspadai Bencana Alam

by
WASPADAI - Cuaca ekstrem akan berlangsung hingga akhir bulan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, himbau masyarakat kemungkinan terjadinya bencana alam.

KENDAL – Berdasarkan informasi BMKG Jawa Tengah kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Kendal masih akan berlangsung hingga akhir Februari. Untuk itu masyarakat dihimbau supaya mewaspadai kemungkinan bencana alam masih akan tejadi hingga akhir bulan ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, curah hujan tahun ini mengalami peningkatan sekitar 40 persen dibanding tahun lalu. “Curah hujan berada pada kisaran 301 milimeter-500 milimeter per hari,” katanya, Kamis (4/2).

Sigit mengungkapkan, kondisi curah hujan tersebut juga efek dari fenome La nina yang masih sangat signifikan. Hal itu bisa menyebabkan hujan dalam waktu lama maupun angin puting beliung. Efek La nina salah satunya adalah hujan hampir setiap hari. “Hujan setiap hari sudah terjadi di Kendal beberapa hari terakhir,” ungkapnya.

Menurut Sigit, BPBD Kendal telah menetapkan siaga bencana yang dimulai Oktober 2020 hingga akhir Maret 2021. Selama musim penghujan, masyarakat diimbau waspada bencana alam baik banjir, longsor, maupun angin puting beliung yang dapat terjadi sewaktu-waktu. “Sudah terjadi 37 kali tanah longsor, 34 banjir, dan 11 kasus angin puting beliung,” ujarnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Iwan Sulistio menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada camat dan kepala desa tentang Langkah Antisipatif Terhadap Fenomena Alam La Nina dan Bencana Alam Lainnya di Kabupaten Kendal. Salah satu poin yaitu camat dan lurah/kades supaya mengoptimalkan posko siaga bencana di masing-masing wilayah.

“Penanganan bencana, BPBD telah memberikan bantuan lebih dari 1.000 karung. Kemudian, memberikan logistik kepada warga yang terdampak banjir,” imbuhnya. (lid)