Cinta tak Direstui Orang Tua, Sepasang Kekasih Ini Pilih Akhiri Hidup Bersama

by -
Ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

Warga Jalan Serang, Lorong 4, Lingkungan Malango Utara, Kelurahan Tampo, Kecamatan Tallungpitu, Toraja Utara Sulawesi Selatan mendadak heboh.

Pada Minggu (31/1) sekitar pukul 20.00 WITA, mereka berkumpul di sebuah rumah indekos. Di dalam salah satu kamar ditemukan orang gantung diri. Bukan cuma satu orang, melainkan dua.

Satu perempuan dan satu laki-laki. Posisinya saling berdekatan.

Keduanya sama-sama mengenakan sweter warna merah. Si perempuan memakai celana jin biru, sedang yang lelaki jin warna hitam.

Saat ditemukan, seutas kain dari dasi melilit leher mereka.

Belakangan terungkap keduanya merupakan sepasang kekasih.

Sang pria bernama Adrianus Sandri Rombe. Usianya 23 tahun, warga Lembang Buntu Karua.

Sedangkan yang perempuan, masih berstatus pelajar berinisial SV. Masih berusia 15 tahun, bukan warga setempat.

Sebelum mengakhiri hidup, mereka ternyata sempat menulis sepucuk surat. Kertas itu ditemukan tak jauh dari tempat mereka gantung diri.

Berita Kota Makassar pada Selasa (2/2) melansir isi surat tersebut. Bunyinya seperti di bawah ini.

Kami uda rencana berdua kami ngak mau pisah, yah cukup di rumah Vera. Aku maulah dikubur sama Vera. Tolong orang tua kami setuju, saat kami mau dikbur kami mau ngk bis pisa ok.

Itu pesan yang ditulis Adrianus Rombe.

Sementara SV menulis seperti ini.

Memang kalian ngak suka sama saya tapi aku duluan tinggalkan kalian. Aku minta maaf. Maaf ya Mama aku belum membahagiakan. Memang aku banyak masalah, tapi aku serahkan kepada diriku sendiri, ya itu aku bunuh diri. Epping aku minta maaf aku udah bikin kamu sedih dan ngak fokus sama kuliah kamu Kaka. Selamat bahagia keluarga sayang, pamit yah.

Tidak lama setelah penemuan mayat sepasang kekasih itu, polisi langsung datang ke lokasi.

Kasat Reskrim Polres Toraja Utara AKP Harjoko, didampingi Kapolsek Rantepao Kompol Marten Buttu dan Paur Humas Ipda Agus Martopo serta personel lainnya, langsung melakukan olah TKP.

Bersama warga, petugas juga mengevakuasi kedua korban. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Elim Palopo guna menjalani visum.

Polisi masih mendalami dan mengumpulkan informasi. Kuat dugaan hubungan asmara keduanya tak direstui orang tua mereka.

Humas Polres Toraja Utara Ipda Agus Martopo menjelaskan, korban pertama kali ditemukan saksi bernama Henokh Randa Limbong (24), warga Sesean Saloara.

Sebelumnya, ia menerima telepon dari seorang perempuan bernama Ani.

“Cek pi taek siraka na mentuyo tu pia iti,” kata Ani dalam bahasa Toraja, seperti ditirukan Henokh. Artinya kurang lebih; tolong dicek kamar indekosnya, jangan sampai mereka bunuh diri.

Henokh Randa pun bergegas mendatangi kamar korban. Saat itu pintu kamar terbuka.

Henokh pun kaget mendapati ada dua orang sekaligus dalam posisi tergantung.

Dia pun keluar dan menyampaikan hal itu ke warga lainnya.

“Keterangan dari keluarga korban perempuan, selama ini ia sering mengancam mau bunuh diri kalau ditegur oleh kakaknya terkait hubungan asmaranya,” kata Ipda Agus Martopo.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti dua dasi warna biru dan abu-abu yang dipakai korban untuk gantung diri, serta dua pucuk surat yang ditulis oleh keduanya.

Polisi tidak melakukan autopsi, karena pihak keluarga menolak dan mengaku ikhlas menerima kejadian tersebut. (gus/beritamakasar)