2020, Kasus ABH Naik

by -
EDUKASI - Duta Genre Batang saat melaksanakan edukasi kepada anak-anak.

**Tahun 2019 5 Kasus, 2018 3 Kasus

BATANG – Kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) di Kabupaten Batang mengalami peningkatan cukup signifikan di tahun 2020. Sepanjang tahun 2020 tercatat sudah ada 20 kasus ABH, sedangkan di tahun 2019 hanya ada 5 kasus dan 3 kasus di tahun 2018.

Hal ini seperti disampaikan Kepala DP3AP2KB Batang, Supriono melalui Kabid Perlindungan Anak, Esti Herlina. Dikatakannya, peningkatan kasus ini terjadi lantaran beberapa hal. Salah satunya kenaikan pelaporan kasus, di mana masyarakat sudah cukup terbuka untuk menyampaikan permasalahan ini ke dinas.

“Di satu sisi ini hal ini menunjukkan masyarakat sudah mulai terbuka melaporkan permasalahan yang terjadi pada anak. Tapi di sisi lain memang adanya perubahan sikap anak yang menyimpang di mana untuk ABH ini banyak di antara mereka yang memang menjadi pelaku kasus. Seperti mencuri, bullying dan kasus lainnya,” jelasnya.

Selain itu, kebanyakan dari mereka yang terjerat kasus hukum lantaran kurang bisa mengelola waktunya dengan baik. Penggunaan gadget yang tidak sesuai dengan peruntukan juga memicu anak untuk melakukan perbuatan yang menyimpang.

“Ada faktor anak main handphone terus, karena memang saat ini mereka banyak waktu luang. Dan peruntukannya tidak untuk hal positif. Kalau kasusnya ada yang mencuri, ada juga yang melakukan pelecehan seksual. Jadi mereka bermain gadget untuk berkenalan dengan orang yang tak dikenal, ketemuan dan terjadi pelecehan,” ujarnya.