DPUPR Akan Tambah Stasiun Pompa 8 Titik

by
POMPA - Wakil Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid didampingi Kabid SDA DPUPR saat meninjau kondisi mesin pompa di daerah Randujajar, Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, belum lama ini.

KOTA – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perumahan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun ini akan menambah pembangunan stasiun pompa atau kolam retensi di delapan titik di Kota Pekalongan. Hal ini dilakukan untuk menangani permasalahan genangan-genangan yang ada di titik-titik tersebut sekaligus memecah beban pompa yang sudah ada agar penanganan banjir dapat lebih maksimal.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin mengungkapkan bahwa Bidang SDA DPUPR menjelaskan pembangunan stasiun pompa tambahan itu telah disusun berdasar perencanaan setelah melihat berbagai permasalahan di tahun 2020 seperti drainase, penanganan banjir, hingga irigasi di beberapa titik.

“Salah satunya adalah pembangunan stasiun pompa atau kolam retensi yang ada di 8 titik mulai dari wilayah Kramatsari tepatnya di Jalan Angkatan 66 yang masih banyak genangan. Genangan di situ disebabkan pompa yang ada belum optimal menyedot genangan yang ada di sana. Sehingga, di tahun 2021 ini kami telah menganggarkan Rp1,5 miliar untuk penambahan pompa permanen yang diletakkan di sebelah selatan pompa existing dengan membebaskan tanah seluas 200 meter persegi untuk menjadi kolam retensi,” terang Khaerudin, Senin (1/2/2021).

Dijelaskan Khaerudin, penambahan stasiun pompa yang ada di wilayah tersebut sebagai langkah agar saluran drainase yang dari Wilayah Kramatsari dan sekitarnya bisa diarahkan masuk ke kolam retensi sebelum dipompa oleh pompa permanen.

Titik penambahan pompa selanjutnya ada di Jalan Manunggal 2, Kelurahan Padukuhankraton, Kecamatan Pekalongan Utara dengan anggaran 170 juta untuk pembelian pompa dalam menangani genangan dimana tahun 2020 sebelumnya, di wilayah tersebut telah terbangun rumah pompa. Kemudian, di Jalan Patiunus juga telah dianggarkan sebesar Rp500 juta untuk penambahan pompa permanen sekaligus rumah pompa dan rumah jaga.