Sebulan, 14 Warga Desa Kutosari Meninggal

by -
BAGI MASKER - Kapolres Pekalongan AKBP Darno turun langsung untuk membagikan masker kepada masyarakat di pasar tradisional, kemarin.

KARANGANYAR – Kasus kematian di Desa Kutosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan akhir-akhir ini cukup tinggi. Bahkan dalam sebulan terakhir sudah ada 14 warga desa setempat meninggal dunia.

Meskipun penyebab kematian tidak semuanya akibat terpapar virus corona, namun pemerintah desa setempat kian memperketat protokol kesehatan. Utamanya dalam kegiatan hajatan dan keagamaan (tahlilan untuk orang meninggal). Selain itu, penyemprotan disinfektan ditingkatkan setiap pekan sekali di tiap-tiap RT di desa tersebut.

Bahkan beredar informasi di media sosial jika Desa Kutosari memberlakukan lockdown akibat kasus kematian warganya yang tinggi tersebut.

Camat Karanganyar Elyas Setiyono dikonfirmasi informasi di medsos jika Desa Kutosari memberlakukan lockdown, Senin (1/2/2021), menyatakan tidak benar jika lokcdown diberlakukan di Desa Kutosari. “Info terkait lockdown di Desa Kutosari tidak benar. Untuk poin-poin yang beredar itu memang ada yang benar,” kata dia.

Poin-poin itu di antaranya siapapun yang meninggal karena sakit tidak boleh diadakan tahlilan di rumah duka, harus di musala atau masjid, dan keluarga tidak boleh ikut acara tersebut. Itu pun harus memenuhi syarat protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Poin lainnya penyemprotan seminggu sekali per-RT masing-masing. Meminimalisir adanya hajatan, dan harus dengan mematuhi protokol kesehatan. Setiap warga agar sadar bahaya virus corona, dan bagi keluarga yang sedang sakit dimohon tidak berdekatan dengan yang lain.