PPKM Jangan Bikin Sulit Pelaku UMKM

by
PERSULIT - HIPMI Kendal menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali berdampak pada perekonomian UMKM.

KENDAL – Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali yang diperpanjang hingga 8 Februari 2021 sangat berdampak pada perekonomian terutama UMKM yang bergerak di bidang FnB (Food and Beverage). Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Umum HIPMI Kendal, Abi Daulah Haque yang juga sebagai CEO Bourjuis di Kendal.

“Kalau kita amati banyak sekali teman-teman yang bergerak di bidang bisnis kuliner terkena dampaknya, terutama pembatasan jam operasional. Biasanya orang nongkrong, ngopi, makan keluar bakda isya sampe larut malam pukul 23.00 WIB. Sekarang pukul 21.00 WIB para customer harus sudah disuruh untuk pulang karena tutup,” katanya, Minggu (31/1.2021).

Ketua Umum BPC HIPMI Kendal, Ariffianto mengatakan, para pengusaha dituntut untuk kreatif dan inovasi, namun, tidak semua SDM dapat berinovasi secara tepat dan cepat. Dibutuhkan waktu dan proses bagi para pengusaha UMKM. Maka dari itu UMKM dan PPKM seperti sedang dijodohkan untuk harus cocok dan menerima apa adanya. Untuk itu HIPMI Kendal berharap tidak akan ada lagi PPKM yang berdampak pada kelangsungan UMKM. Karena UMKM juga menjadi penyangga perekonomian daerah atau kabupaten.

“HIPMI Kendal meminta pemerintah untuk meninjau kembali perpanjangan PPKM, karena berdampak bagi pelaku UMKM, terutama pedagang kaki lima yang mulai membuka usahanya di sore hari,” ungkapnya.

Ariffianto menegaskan, HIPMI Kendal sangat mendukung pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 yang semakin bertambah masif dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap aktivitas usaha. Pihaknya juga meminta agar masyarakat sadar, tertib dan mematuhi standar protokol kesehatan.

“Sebagai bentuk semangat baru percepatan pemulihan ekonomi, BPC HIPMI Kendal mendukung program vaksin. Selain itu juga siap untuk dilibatkan dalam membentuk Gugus Tugas Percepatan pemulihan Ekonomi dan kegiatan Masyarakat,” pungkasnya.(lid)