Mengenal Ikan Cupang Raksasa yang Lagi Naik Daun, Harganya Sampai Jutaan

by
BONGSOR MENAWAN: Giant avatar (foto paling atas) dengan ukuran 8 sentimeter memikat dengan warna hitam dan biru. (Satria Atmaja/Jawa Pos)

Pembahasan tentang cupang memang tidak pernah usang. Selalu saja ada yang menarik untuk dikupas. Salah satu yang naik daun akhir-akhir ini adalah betta jenis raksasa alias giant. Dari sebutannya saja sudah bisa dibayangkan proporsi tubuhnya yang bongsor. Bukan cuma badannya yang ’’giant’’, harganya juga.

POSTURNYA memang bongsor. Tapi, secara estetika, perpaduan warna dan corak giant tak kalah memikat jika dibandingkan dengan cupang jenis lainnya. Perbedaannya baru kentara saat si giant dewasa disandingkan dengan cupang jenis lain yang seumuran. Badannya lebih panjang. Juga lebih besar.

Pada umumnya, para penghobi cupang memang lebih tertarik dengan corak warna serta kemolekan tubuh, sirip, dan ekornya. Tapi, bagi breeder cupang asal Surabaya, Sandy Sudibyo, ukuran tubuh-lah yang membuatnya jatuh hati. ’’Size-nya yang bikin asyik. Beda aja sama cupang biasanya,’’ katanya saat ditemui Jawa Pos awal pekan lalu.

Menurut pria 32 tahun itu, seekor cupang baru bisa menyandang status giant ketika ukurannya mencapai 7,5 sentimeter atau lebih. Diukur mulai dari kepala sampai ekor. ’’Ukuran badan dari insang ke belakang lebih besar daripada biasanya,’’ jelasnya. Mulut giant juga lebih monyong.

Sandy mengaku sempat mendatangkan seratus cupang giant dari Negara Gajah Putih, Thailand, untuk dikembangbiakkan. Terdiri atas 70 ekor jantan dan 30 ekor betina. Meski beberapa ekor berhasil di-breeding, Sandy belum puas dengan hasilnya. ’’Masih penasaran pengin dapat yang pas,’’ ujarnya, lantas terbahak.

Salah satu jenis yang berhasil dia besarkan adalah giant avatar berukuran 8 sentimeter. Menurut Sandy, avatar miliknya masih bisa tumbuh lebih besar. Bahkan, sepengetahuannya, ada breeder Thailand yang sukses membesarkan giant hingga 11 sentimeter.

Selain avatar, dia juga punya sepasang giant galaxy multicolor, giant yellow based (warna dasar kuning), giant yellow galaxy, dan giant koi. Meski demikian, secara polah, giant cupang tak seatraktif cupang jenis biasanya. Sebab, giant relatif gampang capek. Karena itu, Sandy lebih fokus ke pembesaran ukuran cupangnya.

’’Kalau sudah dapat (giant yang bagus), ya dimasukin ember biasa atau ember cat,’’ ucap Sandy. Sebisa mungkin, giant ditempatkan di habitat yang semirip mungkin dengan aslinya. Makanya, dia hampir tidak pernah menempatkan giant di soliter kaca. Alasannya, cupang giant sangat sensitif dengan perubahan suhu.

Untuk mendukung media cupang agar mirip dengan aslinya, Sandy menambahkan beberapa jenis tumbuhan. Misalnya, daun mata lele. Secara fungsi, daun itu sama dengan tanaman apu-apu, enceng gondok, dan frogbit. Yakni, menyaring kadar radon dan menetralkan ammonia dalam air. Juga, daun ketapang yang sudah tersohor di kalangan breeder.

Sandy melanjutkan, harga giant sangat bergantung pada jenis dan ukurannya. Dia mencontohkan, harga avatar berukuran 7,5 sentimeter dari Thailand bisa mencapai Rp 2 juta. Tak ayal, demi mendapatkan kualitas indukan yang bagus, Sandy pernah merogoh kocek Rp 6 juta untuk sepasang giant. Harga betina pun bisa lebih mahal. Dengan ukuran yang sama, harganya bisa tembus Rp 3,5 juta. (zam/c18/cak/jawapos.com)