Disdikbud Minta Pembelajaran Tatap Muka Dipertimbangkan

by
UJI COBA - SDN Denasri Wetan 02 Batang saat melaksanakan uji coba Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan, Agustus 2020 lalu.

*PJJ Berkepanjangan Bisa Halangi Pendidikan Berkualitas

BATANG – Pandemi Covid-19 memaksa pembelajaran tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kondisi ini pun membuat Sekretaris Disdikbud Batang, Sabar Mulyono khawatir terjadi lost generation di kalangan pelajar Batang, yakni anak-anak yang tidak memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas. Untuk itu, ia berharap pemerintah ke depan bisa mempertimbangkan solusi terkait pembelajaran tatap muka.

“Sebetulnya dalam hati pihak sekolah, orang tua itu kepinginnya segera dibuka kegiatan pembelajaran secara tatap muka karena dikhawatirkan Ini kan ada lost genaration,” kata Sabar Mulyono, saat ditemui di kantornya, Rabu (27/1/2021).

Dijelaskannya, permasalahan akan banyak sekali kalau pembelajaran jarak jauh dilakukan secara masif dan berkepanjangan, terutama anak putus sekolah, penurunan pendidikan karakter dan penurunan kompetensi siswa.

“Jika dibandingkan dengan kegiatan kemasyarakatan seperti ibadah, pasar dan obyek wisata di sekolah itu lebih memberikan jaminan bahwa warga sekolah itu taat terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Ia pun menyampaikan bahwa bolannya sekarang itu tinggal di pemerintah daerah, karena menteri pendidikan sudah memberikan himbauan untuk kabupaten, kota segera melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. “Disdikbud sudah membuat nota dinas tinggal maju ke Pak bupati, semoga ada pertimbangan agar sekolah bisa dibuka kembali,” ungkapnya.