Proyek Pengaspalan Disorot Komisi B

by
Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Abdul Rozak.

*Sisakan Bahu Jalan Tak Ikut Diaspal

KOTA – Komisi B DPRD Kota Pekalongan menyoroti pelaksanaan proyek pengaspalan di sejumlah ruas jalan yang dinilai tidak optimal. Yakni pengaspalan tidak dilakukan penuh sesuai lebar jalan namun menyisakan bahu jalan yang tak diaspal. Kondisi itu dinilai bisa menimbulkan kesemrawtutan di kemudian hari.

“Ini untuk DPU-PR, kalau melaksanakan perbaikan jalan atau pengaspalan jangan menyisakan bahu jalan. Lebar jalan itu jelas, baik 4 meter atau 6 meter itu harus dihabiskan semuanya diaspal. Kami melihat masih banyak jalan yang diaspal tapi menyisakan bahu jalan setengah meter atau satu meter,” ujar Ketua Komisi B, Abdul Rozak.

Menurut Rozak, jika ada sisa bahu jalan yang tak diaspal akan dimanfaatkan oleh orang lain seperti pedagang kaki lima yang kemudian tentu akan memunculkan titik parkir sehingga membuat kesemrawutan. “Dampaknya jalan jadi sempit dan pengguna jalan lain ini akan dirugikan karena akan terjadi kemacetan. Padahal selama ini Pemkot juga belum pernah membuka jalan baru,” tambahnya.

Mengenai faktor atau alsan menyisakan bahu jalan untuk resapan air maupun penghijauan, Rozak menyatakan bahwa masalah tersebut masih bisa dicarian solusi. “Kalau di bahu jalan ada pohon tidak masalah, dilewati saja yang terpenting tetap diaspal semua,” pesan Rozak.

Pesan itu dikatakannya sekaligus menjadi rekomendasi dari Komisi B. Dalam waktu dekat pihaknya akan memantau beberapa titik jalan yang akan diperbaiki. “Tolong ke depan kita akan uji coba beberapa jalan yang akan diperbaiki. Kami menghormati pedagang, tapi pemerintah juga harus memikirkan agar tidak terjadi hak masyarakat yang hilang yakni pengguna jalan,” tandasnya.(nul)