Rusak Pipa Air Wudhu, Syafii Jalani Hukuman Enam Bulan

by
DIAMANKAN - Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Batang dengan di-backup anggota Polres Batang saat mengamankan terpidana Much Syafii ke kantor Kejari Batang sebelum dibawa ke Rutan Rowobelang.

BATANG – Kejaksaan Negeri Batang mengamankan Much Syafii, terpidana perkara tindak pidana umum. Ia diamankan dari dalam rumahnya yang beralamat di Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Penangkapan terpidana dilakukan tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Batang dengan di-backup anggota Polres Batang dan Jajaran Intelijen Kejari Batang pada Kamis (21/1/2021) kemarin.

“Terpidana langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Batang untuk dilakukan pemeriksaan, selanjutnya terpidana langsung dibawa ke Rumah Tahanan Kelas II Batang untuk dieksekusi badan melaksanakan putusan selama enam bulan,” ungkap Kasi Intel Kejaksan Negeri Batang, Ridwan Gaos Natasukmana.

Ridwan mengatakan, eksekusi terhadap terpidana tersebut dilakukan karena merupakan amanat dari Pasal 270 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Jadi terpidana ini pada hari Minggu, 2 Februari 2020 melakukan perbuatan merusak pipa saluran air wudhu yang diperuntukan untuk Masjid Jami Roudlotush Sholikhin di Desa Lebo, Kecamatan Warungasem. Terpidana akhirnya dinyatakan terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana,” katanya.

Disebutkan Ridwan, bahwa terpidana dinyatakan “Dengan Sengaja dan Melawan Hukum Merusak Saluran Air yang Digunakan Untuk Kepentingan Umum” melanggar Pasal 408 KUHPidana Jo Pasal 64 Ayat (1) KUH Pidana dalam perkara Tindak Pidana sebagaimana Putusan Mahkamah Agung R.I. Nomor : 1254 K/Pid/2020, tanggal 25 Nopember 2020 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor : 336/Pid/2020/PT. SMG, tanggal 24 Agustus 2020 Jo. Putusan Pengadilan Negeri Batang Nomor : 41/Pid.B/2020/PN. Btg, tanggal 06 Juli 2020. (fel)